Harga Cabai Merah Keriting Melonjak di Beberapa Daerah

Harga cabai merah keriting terus mengalami kenaikan di beberapa daerah di Indonesia. Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN), harga rata-rata cabai ini pada 19 November 2023 mencapai Rp 62.050 per kilogram, naik 1,12 persen dari harga sehari sebelumnya.

Harga Cabai Merah Keriting Melonjak di Beberapa Daerah

Kenaikan harga cabai merah keriting tertinggi terjadi di Provinsi Papua, yaitu sebesar 15,38 persen menjadi Rp 110.000 per kilogram. Diikuti oleh Provinsi Sulawesi Utara dengan kenaikan 9,09 persen menjadi Rp 60.000 per kilogram, dan Provinsi Maluku dengan kenaikan 8,33 persen menjadi Rp 65.000 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai merah keriting terendah tercatat di Provinsi Jawa Barat, yaitu sebesar Rp 35.000 per kilogram. Namun, harga tersebut juga mengalami kenaikan 2,94 persen dari harga sebelumnya. Baca juga berita tentang Harga Cabai Rawit Masih Mahal, Rp 100.000 per Kg.

Salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan harga cabai merah keriting adalah cuaca ekstrem yang mengganggu produksi dan pasokan komoditas tersebut. Selain itu, permintaan cabai merah keriting juga meningkat menjelang akhir tahun, terutama di daerah-daerah yang memiliki tradisi kuliner pedas.

Menurut Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Yohanes Wambrauw, kenaikan harga jenis cabai ini di Papua disebabkan oleh rendahnya produksi lokal dan tingginya ketergantungan pada pasokan dari luar daerah. Ia mengatakan, sebagian besar cabai merah keriting yang beredar di Papua berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Jawa.

“Kami berharap petani di Papua bisa meningkatkan produksi cabai merah keriting, karena potensi lahan dan iklimnya cukup mendukung. Kami juga terus memberikan bantuan bibit, pupuk, dan alat pertanian kepada petani agar bisa menekan biaya produksi dan meningkatkan kualitas produk,” ujar Wambrauw.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Barat, Eka Darmawan, mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap harga cabai merah keriting di pasar-pasar tradisional dan modern. Ia mengatakan, harga cabai merah keriting di Jawa Barat masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu sebesar Rp 40.000 per kilogram.

“Kami berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Bulog, Dinas Pertanian, dan Satgas Pangan, untuk menjaga stabilitas harga cabai merah keriting. Kami juga mengimbau kepada pedagang dan konsumen untuk tidak melakukan spekulasi atau penimbunan barang yang bisa memicu kenaikan harga,” ujar Darmawan.

Cabai merah keriting merupakan salah satu bumbu masakan yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Cabai merah keriting memiliki rasa pedas yang khas dan warna merah yang menarik. Cabai merah keriting juga mengandung banyak manfaat kesehatan, seperti meningkatkan metabolisme tubuh, melancarkan peredaran darah, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Namun, konsumsi cabai merah keriting juga harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan toleransi masing-masing individu. Konsumsi cabai merah keriting yang berlebihan bisa menyebabkan gangguan pencernaan, iritasi lambung, dan peningkatan tekanan darah.

Oleh karena itu, konsumen diharapkan bisa bijak dalam mengonsumsi cabai merah keriting, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Selain itu, konsumen juga diharapkan bisa mencari alternatif bumbu masakan lain yang bisa menggantikan atau mengurangi penggunaan cabai merah keriting, seperti tomat, paprika, atau bawang putih.

Leave a Comment