Daun Tomat Keriting: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Daun tomat keriting adalah salah satu masalah yang sering dihadapi oleh para petani atau penghobi tanaman tomat. Daun tomat keriting dapat mengganggu pertumbuhan dan produktivitas tanaman tomat, bahkan dapat menyebabkan gagal panen.

Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor lingkungan, hama, penyakit, maupun faktor budidaya. Berikut ini adalah beberapa penyebab dan cara mengatasi daun tomat keriting.

Daun Tomat Keriting: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan yang dapat menyebabkan daun tomat keriting adalah kelembaban yang berlebihan, suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, kondisi kering, pemangkasan berat, kerusakan akar, dan guncangan saat pindah tanam.

Faktor-faktor ini dapat menyebabkan stres pada tanaman tomat, sehingga daunnya mengalami deformasi, menggulung ke atas, menggulung ke dalam, atau melengkung ke bawah. Daunnya juga bisa terlihat lebih pucat, kerdil, dengan tepi kuning atau urat keunguan di sisi bawah.

Cara mengatasi daun tomat keriting akibat faktor lingkungan adalah dengan melakukan tindakan pencegahan, yaitu:

  • Tanam kultivar tomat yang sesuai dengan kondisi iklim dan tanah setempat.
  • Tanam tomat di tanah yang berdrainase baik, subur, dan kaya bahan organik.
  • Pertahankan kelembaban tanah yang seragam dan cukup, tetapi jangan terlalu basah atau kering.
  • Hindari penggunaan pupuk yang berlebihan, terutama nitrogen. Berikan pupuk fosfor secara tepat untuk meningkatkan pertumbuhan akar dan bunga.
  • Hindari pemangkasan berat dan pertahankan suhu di bawah 35 ° C dengan peneduh atau pendinginan evaporatif.
  • Lindungi tanaman dari angin kencang, hujan deras, atau sinar matahari langsung.
  • Pindahkan tanaman dengan hati-hati dan hindari guncangan yang dapat merusak akar.

Hama

Hama yang dapat menyebabkan daun tomat keriting adalah thrips, kutu kebul, dan kutu daun. Hama-hama ini menyerang daun, pucuk, tunas, dan bunga tomat dengan cara menghisap cairan dari tanaman tersebut. Akibatnya, daun menjadi keriting, berwarna keperakan, kering, dan rontok.

Hama thrips juga bisa menjadi vektor virus TSWV (tomato spotted wilt virus) atau virus bercak layu tomat, yang menyebabkan bercak kuning di atas permukaan daun yang perlahan meluas hingga seluruh permukaan daun menguning, bentuk daun menjadi lebih kecil dari ukuran normal, daun melengkung ke dalam, daun kaku keriting dan sebagian besar menjadi rontok.

Cara mengatasi daun tomat keriting akibat hama adalah dengan melakukan pengendalian secara mekanis, hayati, dan kimiawi, yaitu:

  • Pengendalian mekanis adalah pengendalian hama secara fisik, misalnya dengan menggunakan benih unggul yang tahan terhadap hama, menggunakan mulsa perak untuk mengusir hama thrips dan kutu kebul, atau mencabut dan membakar tanaman yang terinfeksi.
  • Pengendalian hayati adalah pengendalian hama dengan menggunakan musuh alami, misalnya dengan melepaskan predator seperti laba-laba, kepik, atau serangga parasitoid seperti Trichogramma sp. atau Encarsia sp. yang dapat memangsa telur atau larva hama.
  • Pengendalian kimiawi adalah pengendalian hama dengan menggunakan pestisida, baik yang bersifat kontak, sistemik, atau translaminar. Pestisida yang dapat digunakan antara lain abamektin, spinosad, imidakloprid, atau asam fitat. Pestisida harus digunakan sesuai dengan dosis, waktu, dan cara aplikasi yang tepat. Pestisida juga harus diganti secara berkala untuk menghindari resistensi hama.

Selain itu, Anda juga perlu mengetahui tentang cara mengatasi daun tomat kering yang sering terjadi dimusim hujan. Silahkan disimak ulasannya!

Penyakit

Penyakit yang dapat menyebabkan daun tomat keriting adalah virus keriting kuning pada daun tomat (tomato yellow leaf curl virus – TYLCV) atau virus keriting kuning pada daun cabai (pepper yellow leaf curl virus – PYLCV). Virus ini berasal dari keluarga Geminiviridae dan ditularkan oleh kutu kebul.

Tanaman yang terinfeksi menunjukkan gejala daun muda mengkerut atau keriting dan kuning. Sementara daun tua tidak menyusut. Gejala lain yang dapat muncul adalah pertumbuhan terhambat, bunga rontok, buah tidak terbentuk, atau buah berbentuk tidak normal.

Cara mengatasi daun tomat keriting akibat virus adalah dengan melakukan pencegahan dan pengendalian, yaitu:

  • Pencegahan adalah dengan menggunakan benih yang bebas virus, melakukan rotasi tanaman, menghilangkan inang alternatif virus seperti gulma, dan mengendalikan vektor kutu kebul.
  • Pengendalian adalah dengan mencabut dan membakar tanaman yang terinfeksi, melakukan penyemprotan insektisida untuk mengurangi populasi kutu kebul, atau menggunakan tanaman perangkap seperti marigold atau bawang putih yang dapat menarik kutu kebul dan mengurangi serangan pada tanaman tomat.

Kesimpulan

Daun tomat keriting adalah salah satu masalah yang dapat mengurangi kualitas dan kuantitas hasil tanaman Andaw. Penyebab ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor lingkungan, hama, penyakit, maupun faktor budidaya. Untuk cara mengatasinya, diperlukan tindakan pencegahan dan pengendalian yang sesuai dengan penyebabnya. Dengan demikian, tanaman tomat dapat tumbuh sehat dan berbuah optimal.

Leave a Comment