5 Cara Menanam Kacang Panjang Hidroponik

Kacang panjang adalah salah satu sayuran yang populer di Indonesia. Selain rasanya yang lezat, kacang panjang juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti mengandung protein, serat, vitamin, dan mineral. Namun, menanam kacang panjang dengan cara konvensional menggunakan tanah seringkali menimbulkan masalah, seperti serangan hama, penyakit, dan pemborosan air.

Oleh karena itu, banyak orang yang tertarik untuk mencoba menanam kacang panjang dengan cara hidroponik. Hidroponik adalah metode penanaman tanaman yang tidak menggunakan tanah, melainkan menggunakan media air yang diberi nutrisi. Dengan cara ini, tanaman kacang panjang dapat tumbuh lebih sehat, cepat, dan hemat ruang.

Lalu, bagaimana cara menanam kacang panjang hidroponik yang benar? Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda ikuti.

5 Cara Menanam Kacang Panjang Hidroponik

1. Memilih Varietas Kacang Panjang

Langkah pertama dalam cara menanam kacang panjang hidroponik adalah dengan memilih varietas yang sesuai. Varietas kacang panjang yang cocok untuk hidroponik adalah yang memiliki sifat tahan panas, tahan penyakit, dan berbuah banyak. Beberapa contoh varietas kacang panjang yang bisa Anda pilih adalah:

  • Kacang panjang Bima: memiliki buah yang panjang, tebal, dan berwarna hijau tua. Buahnya bisa mencapai 60 cm dan beratnya bisa mencapai 100 gram. Varietas ini tahan terhadap penyakit layu dan virus.
  • Kacang panjang Prima: memiliki buah yang panjang, tipis, dan berwarna hijau muda. Buahnya bisa mencapai 50 cm dan beratnya bisa mencapai 50 gram. Varietas ini tahan terhadap penyakit antraknosa dan virus.
  • Kacang panjang Super: memiliki buah yang panjang, tebal, dan berwarna hijau tua. Buahnya bisa mencapai 70 cm dan beratnya bisa mencapai 150 gram. Varietas ini tahan terhadap penyakit layu dan virus.

Anda bisa mendapatkan bibit kacang panjang yang berkualitas di toko pertanian terdekat atau online. Pastikan Anda memilih bibit yang sehat, segar, dan bebas dari hama. Selain itu, Anda dapat membaca ulasan kami terkait jenis bibit kacang panjang terbaik yang sudah kami posting sebelumnya. Silahkan disimak!

2. Menyiapkan Media Tanam Hidroponik

Setelah memilih varietas yang sesuai, langkah berikutnya untuk cara menanam kacang panjang hidroponik adalah menyiapkan media tanam hidroponik. Media tanam hidroponik adalah media yang digunakan untuk menopang tanaman dan mengalirkan larutan nutrisi ke akar tanaman.

Selain itu, media tanam hidroponik juga harus memiliki sifat yang dapat menyerap air, menghantarkan udara, dan tidak mudah busuk. Beberapa media tanam hidroponik yang bisa Anda gunakan adalah:

  • Hidrocorn: merupakan media tanam hidroponik yang terbuat dari sekam padi yang diproses menjadi butiran-butiran kecil. Hidrocorn memiliki tekstur yang kasar, ringan, dan mudah mengalirkan air. Hidrocorn juga dapat menahan kelembaban dan menyediakan udara yang cukup bagi akar tanaman.
  • Rockwool: merupakan media tanam hidroponik yang terbuat dari batu yang dipanaskan hingga meleleh dan kemudian ditiup menjadi serat-serat halus. Rockwool memiliki tekstur yang lembut, padat, dan mudah menyerap air. Rockwool juga dapat mengikat nutrisi dan menyediakan udara yang cukup bagi akar tanaman.

Anda bisa mendapatkan media tanam hidroponik di toko pertanian terdekat atau online. Pastikan Anda memilih media tanam hidroponik yang bersih, steril, dan bebas dari jamur.

3. Menanam Benih Kacang Panjang

Selanjutnya, cara menanam kacang panjang hidroponik yaitu Anda perlu menanam benih kacang panjang di dalam media tanam hidroponik. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Rendam benih kacang panjang dalam air bersih selama kurang lebih 2 jam. Hal ini bertujuan untuk mempercepat perkecambahan benih.
  • Siapkan netpot, yaitu wadah berlubang yang digunakan untuk menanam bibit kacang panjang. Netpot bisa Anda buat sendiri dari gelas plastik atau botol bekas yang dipotong dan diberi lubang-lubang kecil di bagian bawah dan samping.
  • Isi netpot dengan media tanam hidroponik yang sudah dibasahi dengan air. Jangan isi terlalu penuh, cukup sekitar 3/4 bagian netpot saja.
  • Letakkan 2-4 benih kacang panjang di dalam netpot. Tutup benih dengan media tanam hidroponik sedikit saja, jangan terlalu dalam.
  • Letakkan netpot di tempat yang terang, hangat, dan lembab. Anda bisa menggunakan rak atau meja yang diberi alas plastik atau kain basah. Pastikan netpot tidak terkena sinar matahari langsung, karena bisa membuat benih kering dan mati.
  • Siram netpot dengan air bersih secara rutin, setidaknya 2 kali sehari. Jaga agar media tanam hidroponik selalu lembab, tapi jangan terlalu basah.
  • Tunggu hingga benih kacang panjang berkecambah dan tumbuh menjadi bibit. Biasanya, hal ini membutuhkan waktu sekitar 7-10 hari.

4. Menyiapkan Sistem Hidroponik

Setelah bibit kacang panjang tumbuh, Anda perlu menyiapkan sistem hidroponik untuk menempatkan bibit dan memberikan larutan nutrisi. Sistem hidroponik adalah sistem yang digunakan untuk mengalirkan larutan nutrisi ke akar tanaman secara terus menerus. Ada banyak jenis sistem hidroponik yang bisa Anda pilih, seperti sistem NFT, sistem rakit, sistem pasang surut, dan lain-lain. Namun, untuk pemula, sistem hidroponik yang paling mudah dan murah adalah sistem sumbu.

Sistem sumbu adalah sistem hidroponik yang menggunakan sumbu atau tali sebagai penghubung antara media tanam hidroponik dan larutan nutrisi. Sumbu akan menyerap larutan nutrisi dari bak hidroponik dan mengirimkannya ke media tanam hidroponik. Caranya adalah sebagai berikut:

Bak Hidroponik

Pertama kamu harus menyediakan bak hidroponik, yaitu tempat untuk menampung larutan nutrisi. Bak hidroponik bisa Anda buat sendiri dari ember, drum, atau bak mandi yang sudah tidak terpakai. Pastikan bak hidroponik bersih, tidak bocor, dan tidak tembus cahaya.

Larutan Nutrisi

Siapkan larutan nutrisi, yaitu larutan yang mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh dengan optimal. Larutan nutrisi bisa Anda buat sendiri dari pupuk kimia atau organik yang dicampur dengan air sesuai dengan takaran yang dianjurkan. Anda juga bisa membeli larutan nutrisi yang sudah jadi di toko pertanian terdekat atau online. Pastikan larutan nutrisi memiliki pH yang sesuai dengan tanaman kacang panjang, yaitu sekitar 5,5-6,5.

Isi bak hidroponik dengan larutan nutrisi hingga sekitar 3/4 bagian bak. Jangan isi terlalu penuh, karena bisa menyebabkan kelebihan nutrisi dan akar tanaman busuk.

Sumbu

Siapkan sumbu, yaitu tali yang digunakan untuk menghubungkan media tanam hidroponik dan larutan nutrisi. Sumbu bisa Anda buat sendiri dari tali rafia, tali kapas, atau tali wol yang sudah tidak terpakai. Pastikan sumbu bersih, panjang, dan kuat.

Masukkan satu ujung sumbu ke dalam netpot yang berisi bibit kacang panjang. Pastikan sumbu menyentuh akar tanaman. Masukkan ujung sumbu yang lain ke dalam bak hidroponik. Pastikan sumbu terendam dalam larutan nutrisi.

Ulangi langkah sebelumnya untuk setiap netpot yang berisi bibit kacang panjang. Pastikan jarak antara netpot cukup untuk menghindari persaingan nutrisi dan cahaya.

Letakkan bak hidroponik di tempat yang terang, hangat, dan bersirkulasi udara baik. Anda bisa menggunakan lampu LED atau lampu neon untuk memberikan cahaya tambahan jika diperlukan. Pastikan tanaman kacang panjang mendapatkan cahaya yang cukup, sekitar 10-12 jam per hari.

Periksa kondisi larutan nutrisi secara rutin, setidaknya seminggu sekali. Anda bisa menggunakan alat pengukur pH dan TDS (Total Dissolved Solids) untuk mengetahui keseimbangan asam-basa dan kandungan nutrisi dalam larutan.

Jika pH terlalu tinggi atau terlalu rendah, Anda bisa menambahkan larutan penyesuai pH yang bisa Anda beli di toko pertanian terdekat atau online. Dan jika TDS terlalu rendah, Anda bisa menambahkan larutan nutrisi sesuai dengan takaran yang dianjurkan. Kalau TDS terlalu tinggi, Anda bisa menambahkan air bersih untuk menurunkan konsentrasi nutrisi.

Ganti Nutrisi

Ganti larutan nutrisi secara berkala, setidaknya sebulan sekali. Hal ini bertujuan untuk mencegah penumpukan garam, bakteri, dan jamur yang bisa merusak tanaman. Untuk mengganti larutan nutrisi, Anda bisa menguras bak hidroponik dan membersihkannya dengan air dan sabun. Kemudian, isi kembali bak hidroponik dengan larutan nutrisi yang baru.

5. Merawat Tanaman Kacang Panjang

Langkah terakhir dalam cara menanam kacang panjang hidroponik adalah dengan merawat tanaman kacang panjang agar tumbuh dengan optimal. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

  1. Pangkas tunas samping dan daun-daun yang menguning atau layu. Hal ini bertujuan untuk mengalihkan energi tanaman ke buah dan menghindari penyakit.
  2. Berikan ajir atau tali penyangga untuk menopang tanaman kacang panjang yang sudah mulai menjalar. Hal ini bertujuan untuk menjaga tanaman tetap tegak dan memudahkan panen.
  3. Lindungi tanaman kacang panjang dari hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman. Beberapa hama dan penyakit yang umum menyerang tanaman kacang panjang adalah kutu daun, ulat, tungau, antraknosa, layu, dan virus. Anda bisa menggunakan pestisida alami atau kimia yang sesuai dengan tanaman kacang panjang untuk mengendalikan hama dan penyakit. Anda juga bisa menggunakan tanaman pelindung atau pengusir hama, seperti bawang putih, serai, atau marigold untuk mencegah hama dan penyakit.
  4. Panen buah kacang panjang secara rutin, setidaknya seminggu sekali. Hal ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan buah yang baru dan menghindari buah yang terlalu tua dan keras. Anda bisa memanen buah kacang panjang dengan menggunakan gunting atau pisau yang bersih dan tajam. Potong buah kacang panjang di bagian tangkainya, jangan menariknya secara paksa karena bisa merusak tanaman.

Kesimpulan

Demikianlah artikel tentang cara menanam kacang panjang hidroponik yang bisa saya buat untuk Anda. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membantu Anda dalam menanam kacang panjang hidroponik dengan mudah dan berhasil. Selamat mencoba!

Leave a Comment