Ciri-ciri Tanah Subur dan Cara Menjaganya untuk Pertanian

Tanah merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Tanah yang subur adalah tanah yang memiliki sifat fisik, kimia, dan biologis yang mendukung kehidupan tanaman dan organisme lainnya di dalamnya. Ciri tanah yang subur juga memiliki kandungan hara, mineral, bahan organik, air, dan udara yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Namun, bagaimana cara mengetahui tanah yang subur? Apa saja ciri-ciri tanah yang subur? Bagaimana cara menjaga dan meningkatkan kesuburan tanah?.

Pada artikel ini kita akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mengulas beberapa poin penting, yaitu: Ciri-ciri tanah yang subur, Jenis-jenis tanah yang baik untuk tanaman, Cara menyuburkan tanah, dan Manfaat tanah yang subur. Berikut ini ulasannya! 

Ciri-Ciri Tanah Subur dan Cara Menjaganya untuk Pertanian

Ciri-Ciri Tanah yang Subur

Terdapat beberapa ciri-ciri yang dapat menunjukkan tanah yang subur, antara lain. Tapi, sebelum lanjut membaca, penting bagi Anda untuk mengetahui jenis tanaman musim hujan. Hal ini sangat menentukan tanaman Anda pada musim hujan, silahkan disimak ulasannya.

Kandungan hara tinggi

Hara adalah zat-zat yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang, seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, belerang, dan mikronutrien lainnya. Tanah yang subur memiliki kandungan hara yang tinggi, baik yang berasal dari bahan organik maupun anorganik. Tanah yang kaya akan hara biasanya berwarna kehitaman atau kecoklatan dengan bintik-bintik putih.

Kadar pH netral

pH adalah ukuran tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan. pH tanah menentukan ketersediaan dan kelarutan hara di dalam tanah. Tanah yang subur memiliki pH yang netral atau mendekati netral, yaitu berkisar antara 6,0 sampai 6,8. Tanah yang terlalu asam atau terlalu basa dapat menghambat penyerapan hara oleh tanaman dan mengganggu aktivitas mikroorganisme tanah. pH tanah dapat diukur dengan menggunakan alat pengukur pH atau kertas lakmus.

Tekstur lempung

Tekstur adalah ukuran butiran tanah yang menentukan sifat fisik tanah, seperti porositas, permeabilitas, kapasitas tukar kation, dan retensi air. Dan tekstur tanah terdiri dari tiga komponen utama, yaitu pasir, debu, dan liat.

Untuk tanah yang subur memiliki tekstur lempung, yaitu tanah yang memiliki kandungan liat yang tinggi, tetapi tidak terlalu banyak. Tanah lempung dapat mengikat hara dan air dengan baik, tetapi tidak menyebabkan genangan atau kekeringan. Tanah lempung juga mudah digemburkan dan diolah. Tekstur tanah dapat diketahui dengan melakukan uji sentuh atau uji gumpal.

Kaya akan organisme tanah

Organisme tanah adalah makhluk hidup yang hidup di dalam tanah, seperti cacing, bakteri, jamur, protozoa, nematoda, dan artropoda. Dan organisme tanah berperan penting dalam proses dekomposisi bahan organik, siklus hara, penggemburan tanah, pengendalian hama dan penyakit, dan peningkatan kesehatan tanaman.

Tanah yang subur memiliki keanekaragaman dan kelimpahan organisme tanah yang tinggi. Organisme tanah dapat diamati dengan menggunakan mikroskop, lup, atau pengamatan langsung.

Dapat ditumbuhi berbagai jenis tanaman

Tanah yang subur memiliki kemampuan untuk mendukung pertumbuhan dan produksi berbagai jenis tanaman, baik tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, maupun hias. Selain itu, tanah yang subur juga memiliki daya dukung yang tinggi, yaitu kemampuan tanah untuk menopang beban tanaman tanpa mengalami kerusakan. Tanah yang dapat ditumbuhi berbagai jenis tanaman dapat dilihat dari vegetasi yang tumbuh di atasnya, baik yang alami maupun yang dibudidayakan.

Jenis-Jenis Tanah yang Baik untuk Tanaman

Selain mengetahui ciri-ciri tanah yang subur, penting juga untuk mengetahui jenis-jenis tanah yang baik untuk tanaman. Jenis-jenis tanah yang baik untuk tanaman antara lain:

Tanah aluvial

Tanah aluvial adalah tanah yang terbentuk dari endapan lumpur, pasir, dan kerikil yang dibawa oleh air sungai. Jenis tanah aluvial memiliki tekstur lempung berpasir, kandungan hara tinggi, pH netral, dan drainase yang baik. Dan tanah aluvial cocok untuk tanaman padi, jagung, kedelai, tebu, sayuran, dan buah-buahan.

Tanah humus

Tanah humus adalah tanah yang terbentuk dari penguraian bahan organik, seperti daun, ranting, dan sisa-sisa tumbuhan lainnya. Jenis tanah humus memiliki warna hitam, tekstur lempung, kandungan hara tinggi, pH rendah, dan retensi air yang baik. Dan tanah humus cocok untuk tanaman hutan, kopi, teh, karet, dan coklat.

Tanah latosol

Tanah latosol adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan vulkanik. Jenis tanah latosol memiliki warna merah, tekstur liat berpasir, kandungan hara rendah, pH rendah, dan drainase yang baik. Dan tanah latosol cocok untuk tanaman kelapa, kelapa sawit, kacang tanah, dan ubi kayu.

Tanah podsolik

Tanah podsolik adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan metamorf. Jenis tanah podsolik memiliki warna abu-abu, tekstur pasir, kandungan hara rendah, pH rendah, dan drainase yang buruk. Dan tanah podsolik cocok untuk tanaman pinus, akasia, dan jati.

Cara Menyuburkan Tanah

Tanah yang subur dapat berkurang kesuburannya akibat berbagai faktor, seperti erosi, pencucian hara, penggunaan pupuk kimia, drainase yang buruk, dan lain-lain. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk menjaga dan meningkatkan kesuburan tanah, antara lain:

Menambahkan bahan organik

Bahan organik adalah sumber hara dan mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanah. Bahan organik dapat berupa pupuk kandang, kompos, pupuk hijau, mulsa, dan lain-lain. Dan bahan organik juga dapat ditambahkan ke tanah dengan cara dicampur, ditabur, atau ditutup.

Menyesuaikan pH tanah

pH tanah dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dengan cara memberikan bahan-bahan yang dapat menaikkan atau menurunkan pH tanah. Bahan-bahan yang dapat menaikkan pH tanah adalah kapur, dolomit, abu, dan gamping. Bahan-bahan yang dapat menurunkan pH tanah adalah belerang, pupuk amonium, dan pupuk organik.

Menggemburkan tanah

Menggemburkan tanah adalah cara untuk meningkatkan porositas, permeabilitas, dan aerasi tanah. Proses menggemburkan tanah dapat dilakukan dengan cara mencangkul, membajak, menggaru, atau menggunakan alat-alat mekanis lainnya. Selain itu, menggemburkan tanah juga dapat membantu mengendalikan gulma, hama, dan penyakit tanaman.

Melakukan rotasi tanaman

Rotasi tanaman adalah cara untuk menghindari penurunan kesuburan tanah akibat penanaman tanaman yang sama secara terus-menerus. Rotasi tanaman dapat dilakukan dengan cara mengganti tanaman yang ditanam setiap musim atau setiap tahun dengan tanaman yang berbeda.

Proses rotasi tanaman dapat membantu menjaga keseimbangan hara, mengurangi serangan hama dan penyakit, dan meningkatkan biodiversitas tanah.

Menggunakan pupuk hayati

Pupuk hayati adalah pupuk yang mengandung mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanah dan tanaman, seperti bakteri, jamur, alga, dan protozoa. Dan pupuk hayati juga dapat membantu meningkatkan ketersediaan hara, memperbaiki struktur tanah, mengurai bahan organik, mengendalikan hama dan penyakit, dan meningkatkan kesehatan tanaman.

Untuk pupuk hayati dapat berupa cair, padat, atau granul, dan dapat diaplikasikan dengan cara disemprot, ditabur, atau dicampur dengan tanah.

Manfaat Tanah yang Subur

Tanah yang subur memiliki banyak manfaat, baik bagi tanaman, petani, maupun lingkungan, antara lain:

Meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman

Tanah yang subur dapat menyediakan hara, air, udara, dan mikroorganisme yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal. Selain itu, tanah yang subur juga dapat menopang beban tanaman tanpa mengalami kerusakan. Dan tanah yang subur dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, serta mengurangi risiko gagal panen.

Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani

Tanah yang subur dapat membantu petani untuk menghemat biaya produksi, karena tidak perlu menggunakan pupuk kimia, pestisida, dan herbisida yang mahal dan berbahaya. Selain itu tanah yang subur juga dapat meningkatkan pendapatan petani, karena dapat menjual hasil panen dengan harga yang tinggi dan stabil. Dan tanah yang subur dapat meningkatkan kesejahteraan petani, karena dapat meningkatkan kesehatan, keamanan, dan kepuasan kerja.

Meningkatkan kualitas dan kelestarian lingkungan

Tanah yang subur dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem, karena dapat menampung dan menyimpan air, karbon, dan nitrogen. Dan tanah yang subur juga dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, karena dapat mengikat dan mengurangi karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida. Selaij itu, tanah yang subur dapat meningkatkan kualitas dan kelestarian lingkungan, karena dapat mencegah erosi, pencemaran, dan kerusakan tanah.

Kesimpulan

Demikian artikel yang saya buat tentang ciri-ciri tanah subur dan cara menjaganya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Terima kasih telah membaca artikel ini sampai habis.

Leave a Comment