Racikan Pupuk Perangsang Buah yang Ampuh dan Murah

Pupuk perangsang buah adalah pupuk yang digunakan untuk meningkatkan produksi dan kualitas buah tanaman. Perlu diketahui, pupuk ini biasanya mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tanaman, seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, besi, mangan, seng, tembaga, boron, dan lain-lain. Yuk cari tahu racikan pupuk perangsang buah yang ampuh dan murah, berikut ini. 

Pupuk perangsang buah dapat dibeli di toko pertanian atau online, tetapi harga nya cukup mahal. Oleh karena itu, banyak petani yang mencoba membuat racikan pupuk perangsang buah sendiri dengan bahan-bahan yang mudah didapat dan murah.

Racikan Pupuk Perangsang Buah yang Ampuh dan Murah

Bahan-Bahan yang Dibutuhkan untuk Membuat Racikan Pupuk Perangsang Buah

Berikut adalah beberapa bahan yang dapat digunakan untuk membuat racikan pupuk perangsang buah. Tapi sebelum lanjut, Anda juga bisa membaca ulasan kami terkait jenis pupuk terbaik untuk meningkatkan hasil tanaman Anda. Silahkan dibaca!

Air kelapa

Pertama, bahan untuk meracik pupuk adalah air kelapa. Air kelapa mengandung gula, asam amino, vitamin, mineral, dan hormon yang dapat merangsang pembungaan, pembuahan, dan pemasakan buah. Hal ini juga dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit. Air kelapa dapat dicampur dengan air bersih dengan perbandingan 1:1 dan disemprotkan ke tanaman setiap 7-10 hari sekali.

Kotoran Ayam

Kotoran ayam mengandung nitrogen yang tinggi yang dapat memacu pertumbuhan vegetatif tanaman. Selain itu, kotoran ayam juga mengandung fosfor dan kalium yang dapat meningkatkan pembungaan dan pembuahan. Dan kotoran ayam dapat difermentasi dengan air dan gula merah selama 7-10 hari, kemudian dicampur dengan air bersih dengan perbandingan 1:10 dan disiramkan ke tanah sekitar akar tanaman setiap 15-20 hari sekali.

Kulit Pisang

Kulit pisang mengandung kalium yang tinggi yang dapat meningkatkan kualitas dan rasa buah. Dan kulit pisang juga mengandung magnesium, kalsium, dan boron yang dapat memperkuat dinding sel dan mencegah kerontokan buah. Untuk kulit pisang ini dapat dihaluskan dengan blender atau ditumbuk, kemudian dicampur dengan air bersih dengan perbandingan 1:5 dan disemprotkan ke tanaman setiap 10-15 hari sekali.

Bawang Putih

Terakhir untuk membuat racikan pupuk adalah bawang putih. Bawang putih mengandung sulfur yang dapat menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman. Selain itu, bawang putih juga mengandung zat fitohormon yang dapat merangsang pembungaan dan pembuahan. Untuk bawang putih dapat dihaluskan dengan blender atau ditumbuk, kemudian dicampur dengan air bersih dengan perbandingan 1:10 dan disemprotkan ke tanaman setiap 7-10 hari sekali.

Cara Membuat dan Menggunakan Racikan Pupuk Perangsang Buah

Berikut adalah cara membuat dan menggunakan racikan pupuk perangsang buah:

  1. Pilih salah satu bahan yang ingin digunakan, atau kombinasikan beberapa bahan sesuai dengan kebutuhan tanaman.
  2. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, seperti blender, timbangan, pengukur, ember, botol semprot, dan lain-lain.
  3. Ikuti langkah-langkah pembuatan racikan pupuk perangsang buah sesuai dengan bahan yang dipilih. Pastikan untuk mencatat takaran dan waktu yang digunakan.
  4. Simpan racikan pupuk perangsang buah di tempat yang sejuk dan gelap, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Gunakan racikan pupuk perangsang buah sesuai dengan dosis dan frekuensi yang disarankan. Pastikan untuk menyemprotkan atau menyiramkan pupuk secara merata ke seluruh bagian tanaman, terutama bunga dan buah.

Pantau perkembangan tanaman setelah menggunakan racikan pupuk perangsang buah. Jika ada perubahan positif, lanjutkan penggunaan pupuk. Jika ada perubahan negatif, hentikan penggunaan pupuk dan konsultasikan dengan ahli pertanian.

Keuntungan dan Kerugian Membuat Racikan Pupuk Perangsang Buah

Membuat racikan pupuk perangsang buah sendiri memiliki beberapa keuntungan dan kerugian, antara lain:

Keuntungan:

  1. Lebih hemat biaya dibandingkan membeli pupuk perangsang buah yang siap pakai.
  2. Lebih ramah lingkungan karena menggunakan bahan-bahan alami yang dapat terurai dengan mudah.
  3. Lebih aman bagi tanaman, manusia, dan hewan karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya.
  4. Lebih fleksibel karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tanaman.

Kerugian:

  1. Membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak untuk membuat dan mengaplikasikan pupuk.
  2. Membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk membuat pupuk yang efektif dan tidak merusak tanaman.
  3. Membutuhkan peralatan dan tempat penyimpanan yang memadai untuk membuat dan menyimpan pupuk.
  4. Membutuhkan pengawasan dan evaluasi yang rutin untuk memastikan kualitas dan kinerja pupuk.

Kesimpulan

Racikan pupuk perangsang buah adalah pupuk yang dibuat sendiri dengan menggunakan bahan-bahan alami yang dapat meningkatkan produksi dan kualitas buah tanaman. Dan, perangsang buah dapat dibuat dengan menggunakan bahan-bahan seperti air kelapa, kotoran ayam, kulit pisang, bawang putih, atau kombinasi dari beberapa bahan tersebut.

Selain itu, perangsang buah memiliki keuntungan dan kerugian yang perlu dipertimbangkan sebelum digunakan. Oleh karena itu, racikan pupuk perangsang buah harus dibuat dan digunakan dengan cara yang benar dan sesuai dengan anjuran ahli pertanian.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin membuat racikan pupuk perangsang buah sendiri. Jika Anda memiliki pertanyaan, saran, atau kritik, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih telah membaca artikel ini. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Leave a Comment