Penyebab dan Cara Mengatasi Daun Kacang Panjang Kuning

Kacang panjang adalah salah satu tanaman sayuran yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini memiliki nilai ekonomi dan gizi yang tinggi. Namun, dalam proses budidaya, tanaman kacang panjang sering mengalami masalah, salah satunya adalah daun yang berubah warna menjadi kuning.

Tentu hama atau penyakit daun kacang panjang ini dapat menurunkan produktivitas dan kualitas terhadap tanaman kita. Oleh karena itu, penting untuk bagi Anda untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya. Simak ulasannya berikut ini! 

Penyebab dan Cara Mengatasi Daun Kacang Panjang Kuning

Penyebab Daun Kacang Panjang Kuning

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kerusakan pada daun kacang panjang. Tapi sebelum lanjut, penting bagi Anda untuk memilih bibit kacang panjang terbaik, agar tanaman Anda tidak terserang hama atau penyakit seperti ini. Berikut ini penyebabnya.

Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit adalah salah satu penyebab utama daun kacang panjang kuning. Beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman kacang panjang adalah:

  • Kutu daun. Hama ini adalah hama penghisap yang dapat menularkan virus mosaik kuning pada kacang panjang. Virus ini dapat menyebabkan daun kacang panjang menjadi berbintik-bintik dan mengkerut. Selain itu, kutu daun juga mengeluarkan cairan manis yang dapat menimbulkan embun jelaga pada daun.
  • Tungau. Tungau adalah hama mikroskopis yang dapat merusak jaringan daun kacang panjang. Tungau dapat menyebabkan masalah serius pada tanama kacang panjang Anda, seperti masalah ini dan berbintik-bintik hitam. Daun yang terserang tungau akan mengering dan rontok.
  • Bercak daun. Bercak daun adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur Cescospora sp. Jamur ini menyebabkan daun kacang panjang berwarna kuning bulat, yang kemudian berubah menjadi cokelat. Daun yang terserang bercak daun akan gugur.

Kekurangan atau Kelebihan Air

Air adalah faktor penting dalam pertumbuhan tanaman. Kekurangan atau kelebihan air dapat menyebabkan daun kacang panjang kuning. Tanah yang kering dan kekurangan air menyebabkan tanaman mudah merontokkan daunnya untuk mengurangi laju transpirasi. Sebelum rontok, daun akan berubah warna.

Sebaliknya, air yang terlalu banyak juga menyebabkan tanah tergenang. Dan genangan tersebut membuat akar membusuk dan akses oksigen terhambat. Akibatnya, pasokan air tidak dapat mencapai daun dan bisa menyebabkan penyakit ini. 

Kekurangan Cahaya Matahari

Cahaya matahari berpengaruh terhadap pembentukan klorofil atau zat hijau daun. Klorofil berperan penting dalam proses fotosintesis pada tanaman. Ketika tanaman kekurangan cahaya matahari, pembentukan klorofil terganggu sehingga daun menjadi kuning.

Setidaknya, tanaman kacang panjang harus membutuhkan cahaya matahari yang cukup, yaitu sekitar 6-8 jam per hari. Anda bisa melakukan pembersihan terhadap kebun Anda, agar tidak terserang masalah seperti ini.

Kekurangan Nutrisi

Nutrisi adalah zat-zat yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan daun kacang panjang kuning. Beberapa nutrisi yang sering kurang pada tanaman kacang panjang adalah:

  • Nitrogen. Nitrogen adalah nutrisi yang berperan dalam pembentukan klorofil, protein, dan asam amino pada tanaman. Kekurangan nitrogen dapat menyebabkan penyakit kacang panjang berwarna kuning pucat, terutama pada bagian tepi, ujung, dan tulang.
  • Kalium. Kalium adalah nutrisi yang berperan dalam pengaturan stomata, transpor air, dan enzim pada tanaman. Kekurangan kalium dapat menyebabkan penyakit seperti ini, dan kecoklatan, terutama pada bagian ujung dan tepi.

Cara Mengatasi Daun Kacang Panjang Kuning

Setelah Anda mengetahui penyebab, langkah selanjutnya adalah melakukan cara-cara mengatasi daun kacang panjang kuning. Penting bagi Anda untuk mengetahui jenis hama kacang panjang, yang sudah kami publikasikan. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya.

Mengendalikan Hama dan Penyakit

Untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyebabkan daun kacang panjang kuning, dapat dilakukan beberapa hal, antara lain:

  • Melakukan rotasi tanaman untuk mencegah penularan virus dan jamur.
  • Membuang rumput-rumput di sekitar tanaman untuk mengurangi inang hama.
  • Melakukan perlakuan benih sebelum tanam dengan fungisida atau insektisida sesuai dengan hama atau penyakit yang ditargetkan.
  • Menjaga kebersihan kebun dan membakar sisa tanaman yang terserang.
  • Menanam pada musim yang sesuai dengan tanaman kacang panjang, yaitu musim kemarau.
  • Membuang daun yang terserang dan menangkap hama yang ada.
  • Melepaskan predator alami hama, seperti serangga pemangsa atau parasitoid.
  • Membasmi hama dengan penyemprotan pestisida berbahan aktif yang sesuai dengan hama yang ditargetkan, seperti oksikuinoks atau dikofol untuk tungau, sabun insektisida, minyak nimba, atau piretroid untuk kutu daun, dan manep, zinep, atau mankozeb untuk bercak daun.
  • Menanam menggunakan benih yang baik dan tidak terlalu rapat.

Menyiram Secara Teratur

Untuk mengatasi daun kacang panjang kuning akibat kekurangan atau kelebihan air, perlu dilakukan penyiraman secara teratur sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penyiraman dapat dilakukan pada pagi atau sore hari, dengan frekuensi 2-3 kali seminggu.

Jumlah air yang disiramkan harus disesuaikan dengan kondisi tanah, iklim, dan fase pertumbuhan tanaman. Hindari penyiraman yang terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Memberikan Cahaya Matahari yang Cukup

Untuk mengatasi daun kacang panjang kuning akibat kekurangan cahaya matahari, perlu diberikan cahaya matahari yang cukup, yaitu sekitar 6-8 jam per hari. Tanaman kacang panjang dapat ditanam di tempat yang terbuka dan tidak terhalang oleh bangunan atau tanaman lain. Jika tanaman kacang panjang ditanam di dalam pot, pot dapat dipindahkan ke tempat yang lebih terang.

Memberikan Pupuk yang Tepat

Untuk mengatasi daun kacang panjang kuning akibat kekurangan nutrisi, perlu diberikan pupuk yang tepat sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pupuk dapat berupa pupuk organik atau anorganik. Pertama, pupuk organik dapat berupa kompos, pupuk kandang, atau pupuk hijau yang berasal dari sayuran atau buah-buahan. Kedua, pupuk anorganik dapat berupa pupuk NPK, urea, KNO3, atau pupuk lain yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium.

Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara ditaburkan, dicampurkan dengan tanah, atau disiramkan. Dosis dan waktu pemberian pupuk harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman. Hindari pemberian pupuk yang terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Selain itu, penting bagi Anda untuk mengetahui jenis pupuk terbaik untuk tanaman Anda. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya produktivitas dan tahan dari serangan hama dan penyakit seperti ini.

Kesimpulan

Demikian artikel tentang penyebab dan cara mengatasi daun kacang panjang kuning. Semoga bermanfaat dan dapat membantu Anda dalam budidaya tanaman kacang panjang.

Leave a Comment