Cara Menanam Bawang Merah yang Baik dan Benar

Bawang merah adalah salah satu bumbu dapur yang banyak digunakan di Indonesia. Bumbu dapur ini memiliki rasa yang khas dan harum, serta kaya akan manfaat kesehatan. Selain itu, bawang merah dapat menurunkan tekanan darah, mencegah infeksi, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Yuk cari tahu cara menanam bawang merah yang baik dan benar, berikut ini! 

Bawang merah dapat ditanam di pekarangan rumah, pot, atau polybag. Bawang merah termasuk tanaman yang mudah tumbuh dan tidak membutuhkan perawatan khusus. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasil panen bawang merah maksimal. Berikut adalah cara menanam bawang merah yang baik dan benar.

Cara Menanam Bawang Merah yang Baik dan Benar

Persiapan Bibit Bawang Merah

Bibit bawang merah dapat diperoleh dari bawang merah yang sudah tua dan berkecambah. Pilihlah bawang merah yang sehat, besar, dan tidak busuk. Potonglah bawang merah menjadi dua bagian, lalu rendam dalam air selama 24 jam. Setelah itu, keluarkan bawang merah dari air dan biarkan mengering.

Bawang merah yang sudah kering dapat dipisahkan menjadi beberapa siung. Siung bawang merah yang berkecambah dapat langsung ditanam, sedangkan yang tidak berkecambah dapat disimpan di tempat yang gelap dan kering untuk merangsang pertumbuhan tunas.

Selain itu, Anda dapat membaca ulasan kami sebelumnya tentang 10 jenis bibit bawang merah terbaik dan cocok untuk ditanam di Indonesia. Silahkan Anda simak ulasannya!

Persiapan Media Tanam Bawang Merah

Media tanam bawang merah harus memiliki drainase yang baik, subur, dan gembur. Anda dapat menggunakan tanah liat berpasir, tanah humus, atau campuran tanah dan kompos. Media tanam bawang merah harus memiliki pH sekitar 6-7.

Media tanam bawang merah harus disiapkan sebelum menanam bibit. Anda dapat mengolah media tanam dengan cara mencangkul, membajak, atau menggemburkan tanah. Selain itu, Anda juga dapat menambahkan pupuk kandang, pupuk kompos, atau pupuk organik lainnya untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Penanaman Bibit Bawang Merah

Penanaman bibit bawang merah dapat dilakukan dengan cara menanam siung bawang merah secara langsung ke dalam media tanam. Siung bawang merah harus ditanam dengan posisi tunas menghadap ke atas, dan kedalaman tanam sekitar 2-3 cm. Jarak tanam antara siung bawang merah sebaiknya sekitar 10-15 cm, dan jarak antara baris sekitar 20-25 cm.

Penanaman bibit bawang merah dapat dilakukan pada pagi atau sore hari, saat cuaca tidak terlalu panas. Hindari menanam bibit bawang merah pada saat hujan, karena dapat menyebabkan bibit busuk atau mati.

Perawatan Tanaman Bawang Merah

Perawatan tanaman bawang merah meliputi penyiraman, penyiangan, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit. Berikut adalah penjelasan singkat tentang masing-masing kegiatan perawatan.

Penyiraman

Penyiraman tanaman bawang merah harus dilakukan secara rutin dan teratur, terutama pada fase pertumbuhan awal. Proses penyiraman dapat dilakukan setiap hari, atau setiap dua hari sekali, tergantung pada kondisi cuaca dan kelembaban tanah. Dan sebaiknya penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari, dengan menggunakan alat penyemprot atau selang air.

Selain itu, penyiraman tanaman bawang merah harus dilakukan dengan hati-hati, agar tidak merusak akar atau umbi bawang merah. Hindari menyiram tanaman bawang merah dengan air yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, karena dapat mengganggu pertumbuhan dan kualitas umbi bawang merah.

Penyiangan

Penyiangan tanaman bawang merah harus dilakukan secara berkala, untuk menghilangkan gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman. Gulma dapat mengganggu pertumbuhan tanaman bawang merah, karena dapat bersaing dalam hal nutrisi, air, dan cahaya. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mencabut gulma dengan tangan, atau menggunakan alat seperti cangkul atau garpu.

Penyiangan tanaman bawang merah harus dilakukan dengan hati-hati, agar tidak merusak akar atau umbi bawang merah. Hindari menyiangkan tanaman bawang merah dengan cara membongkar atau menggali tanah, karena dapat mengganggu struktur tanah dan drainase.

Pemupukan

Pemupukan tanaman bawang merah harus dilakukan untuk memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Proses pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk anorganik atau pupuk organik. Pupuk anorganik yang dapat digunakan adalah pupuk NPK, pupuk urea, pupuk SP-36, atau pupuk KCl. Sedangkan pupuk organik yang dapat digunakan adalah pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk hijau, atau pupuk cair.

Pemupukan tanaman bawang merah harus dilakukan dengan dosis dan waktu yang tepat, sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman. Proses pemupukan dapat dilakukan dengan cara menyebarkan pupuk di sekitar tanaman, atau melubangi tanah dan memasukkan pupuk ke dalam lubang. Dan pemupukan sebaiknya dilakukan setelah penyiraman, agar pupuk dapat larut dan terserap oleh tanaman.

Berikut adalah dosis dan waktu pemupukan tanaman bawang merah dengan menggunakan pupuk anorganik.

  1. Awal (0-2 minggu) 1 minggu setelah tanam 1 NPK + 0,5 urea.
  2. Pertengahan (3-6 minggu) 3 minggu setelah tanam 1 NPK + 0,5 urea + 0,5 SP-36.
  3. Akhir (7-10 minggu) 6 minggu setelah tanam 1 NPK + 0,5 urea + 0,5 KCl.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit tanaman bawang merah harus dilakukan untuk mencegah kerusakan yang dapat mengurangi hasil panen. Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman bawang merah antara lain adalah ulat grayak, kutu daun, thrips, nematoda, bercak daun, busuk umbi, dan layu bakteri.

Pengendalian hama dan penyakit tanaman bawang merah dapat dilakukan dengan cara pencegahan dan pengobatan. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara memilih bibit yang sehat, membersihkan media tanam dari sisa-sisa tanaman sebelumnya, menjaga kebersihan dan kesehatan tanaman, serta melakukan rotasi tanaman. Pengobatan dapat dilakukan dengan cara menggunakan pestisida alami atau kimia, sesuai dengan jenis dan tingkat serangan hama dan penyakit.

Berikut adalah jenis hama dan penyakit tanaman bawang merah, gejala, dan cara pengendaliannya:

Jenis Hama dan Penyakit, Gejala, dan Cara Pengendalian

  1. Ulat grayak : Menggerek daun dan umbi bawang merah, menyebabkan daun berlubang dan umbi busuk Menggunakan pestisida alami seperti bawang putih, cabai, atau tembakau, atau pestisida kimia seperti karbofuran, diazinon, atau furadan
  2. Kutu daun : Menghisap cairan daun bawang merah, menyebabkan daun menguning, mengering, dan layu Menggunakan pestisida alami seperti sabun colek, atau pestisida kimia seperti malathion, dan lain-lain.
  3. Thrips : Menghisap cairan daun bawang merah, menyebabkan daun berkerut, berbintik-bintik, dan berwarna perak Menggunakan pestisida alami seperti neem oil, atau pestisida kimia seperti abamektin, imidakloprid, atau spinosad
  4. Nematoda : Menyerang akar bawang merah, menyebabkan akar membengkak, berbintil, dan membusuk Menggunakan pupuk organik yang mengandung mikroorganisme antagonis, seperti Trichoderma sp., Bacillus sp., atau Pseudomonas sp., atau menggunakan pestisida kimia seperti fenamifos, karbofuran, atau oksamil
  5. Bercak daun : Menimbulkan bercak-bercak coklat atau hitam pada daun bawang merah, menyebabkan daun mengering dan rontok Menggunakan fungisida alami seperti jahe, kunyit, atau bawang putih, atau fungisida kimia seperti mankozeb, klorotalonil, atau propineb
  6. Busuk umbi : Menyebabkan umbi bawang merah berubah warna menjadi coklat atau hitam, berbau busuk, dan lunak Menggunakan fungisida alami seperti jahe, kunyit, atau bawang putih, atau fungisida kimia seperti mankozeb, klorotalonil, atau propineb
  7. Layu bakteri : Menyebabkan daun bawang merah layu, menguning, dan rontok, serta umbi bawang merah busuk dan berlendir Menggunakan bakterisida alami seperti jahe, kunyit, atau bawang putih, atau bakterisida kimia seperti streptomisin, kasugamisin, atau tetracycline

Panen dan Pasca Panen Bawang Merah

Panen tanaman bawang merah dapat dilakukan setelah tanaman berumur sekitar 10-12 minggu, atau setelah daun bawang merah menguning dan layu. Proses panen dapat dilakukan dengan cara mencabut tanaman bawang merah dari tanah, atau menggunakan alat seperti garpu atau pisau.

Panen tanaman bawang merah harus dilakukan pada pagi atau sore hari, saat cuaca tidak terlalu panas. Hindari memanen tanaman bawang merah pada saat hujan, karena dapat menyebabkan umbi bawang merah busuk atau berjamur.

Selain itu, pasca panen tanaman bawang merah meliputi pengeringan, penyortiran, pengepakan, dan penyimpanan. Berikut adalah penjelasan singkat tentang masing-masing kegiatan pasca panen.

Pengeringan

Pengeringan tanaman bawang merah bertujuan untuk mengurangi kadar air umbi bawang merah, sehingga dapat meningkatkan daya simpan dan kualitas umbi bawang merah. Proses pengeringan dapat dilakukan dengan cara menjemur tanaman bawang merah di bawah sinar matahari, atau menggunakan alat pengering seperti oven atau blower.

Pengeringan tanaman bawang merah harus dilakukan dengan hati-hati, agar tidak merusak kulit atau daging umbi bawang merah. Selain itu, proses engeringan sebaiknya dilakukan selama 3-5 hari, atau sampai umbi bawang merah memiliki kadar air sekitar 10-15%.

Penyortiran

Penyortiran tanaman bawang merah bertujuan untuk memisahkan umbi bawang merah yang sehat, utuh, dan bersih dari umbi bawang merah yang rusak, cacat, atau kotor. Proses penyortiran dapat dilakukan dengan cara memeriksa umbi bawang merah secara visual, atau menggunakan alat seperti ayakan atau mesin sortir.

Penyortiran tanaman bawang merah harus dilakukan dengan hati-hati, agar tidak merusak umbi bawang merah yang baik. Dan proses penyortiran sebaiknya dilakukan sebelum pengepakan, agar dapat memudahkan proses pengepakan dan pengiriman.

Pengepakan

Pengepakan tanaman bawang merah bertujuan untuk melindungi umbi bawang merah dari kerusakan fisik, biologis, atau kimia selama proses pengiriman atau penyimpanan. Proses ini dapat dilakukan dengan cara mengikat tanaman bawang merah menjadi gugus-gugus, atau memasukkan umbi bawang merah ke dalam wadah seperti karung, keranjang, atau kotak.

Pengepakan tanaman bawang merah harus dilakukan dengan hati-hati, agar tidak merusak umbi bawang merah. Dan, pengepakan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan bahan yang bersih, kering, dan bernapas, agar dapat menjaga kelembaban bawang merah.

Kesimpulan

Demikianlah artikel tentang cara menanam bawang merah yang bak dan benar. Semoga dengan artikel ini dapat membantu Anda untuk memulai budidaya bawang merah. Selamat mencoba, terima kasih!

Leave a Comment