10 Jenis Bibit Bawang Merah Terbaik untuk Budidaya di Indonesia

Bawang merah merupakan salah satu tanaman holtikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi di Indonesia. Bawang merah banyak digunakan sebagai bumbu masak, bahan obat, dan juga komoditas ekspor. Namun, untuk mendapatkan hasil panen yang optimal, Anda perlu memilih jenis bibit bawang merah yang berkualitas dan sesuai dengan kondisi lahan dan iklim Anda.

Bibit bawang merah dapat diperoleh dari dua sumber, yaitu umbi dan biji. Umbi bawang merah adalah bagian tanaman yang berbentuk bulat pipih dan berwarna merah muda. Umbi bawang merah dapat langsung ditanam di lahan setelah disimpan selama 60-90 hari untuk memasuki masa dormansi. Biji bawang merah adalah hasil persilangan antara dua varietas bawang merah yang menghasilkan tanaman generasi pertama (F1) yang lebih unggul. Biji bawang merah perlu disemai terlebih dahulu sebelum ditanam di lahan.

Ada banyak varietas bibit bawang merah yang tersedia di pasaran, baik yang berasal dari lokal maupun impor. Setiap varietas memiliki karakteristik, masa panen, dan potensi hasil yang berbeda-beda. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui jenis-jenis bibit bawang merah yang bagus dan cocok untuk budidaya. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi bibit bawang merah yang dapat Anda pilih.

Jenis Bibit Bawang Merah Terbaik untuk Budidaya di Indonesia

Bibit Bawang Merah dari Umbi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Bibit bawang merah terbagi menjadi dua, yakni umbi dan bijiwang. Untuk kali ini, kita akan membahas jenis bibit bawang merah terbaik dari umbi berikut ini.

1. Bima Brebes

Bima Brebes adalah varietas bawang merah lokal yang berasal dari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Bibit bawang merah ini memiliki ciri-ciri daun yang hijau silindris berlubang, umbi yang lonjong berwarna merah muda, dan bercincin kecil pada leher cakramnya. Bima Brebes memiliki masa panen sekitar 60 hari dan dapat menghasilkan 10 ton umbi per hektar. Bibit bawang merah ini cocok untuk ditanam di dataran rendah hingga menengah dengan ketinggian 0-800 meter di atas permukaan laut.

2. Bauji

Bauji adalah varietas bawang merah lokal yang berasal dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Bibit bawang merah ini memiliki ciri-ciri daun yang hijau gelap, umbi yang bulat pipih berwarna merah tua, dan bercincin besar pada leher cakramnya. Bauji memiliki masa panen sekitar 70 hari dan dapat menghasilkan 8 ton umbi per hektar. Bibit bawang merah ini cocok untuk ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian 800-1.200 meter di atas permukaan laut. Bauji juga tahan terhadap penyakit layu bakteri dan cocok untuk ditanam di musim penghujan.

3. Samosir

Samosir adalah varietas bawang merah lokal yang berasal dari Pulau Samosir, Sumatera Utara. Bibit bawang merah ini memiliki ciri-ciri daun yang hijau keabu-abuan, umbi yang bulat pipih berwarna merah muda, dan bercincin sedang pada leher cakramnya. Samosir memiliki masa panen sekitar 80 hari dan dapat menghasilkan 7 ton umbi per hektar. Bibit bawang merah ini cocok untuk ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian 1.200-1.500 meter di atas permukaan laut. Samosir juga tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Bibit Bawang Merah dari Biji

Sekarang, kita akan membahas terkait jenis bibit bawang merah terbaik dari biji. Penasaran? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Tapi, penting nih bagi Anda (petani) untuk mengetahui jenis pupuk buah terbaik, sebelum Anda melakukan penanaman. Silahkan disimak!

4. Lokananta

Lokananta adalah varietas bawang merah hibrida yang berasal dari hasil persilangan antara varietas Bauji dan Samosir. Bibit bawang merah ini memiliki ciri-ciri daun yang hijau kebiruan, umbi yang bulat pipih berwarna merah muda, dan bercincin sedang pada leher cakramnya. Lokananta memiliki masa panen sekitar 75 hari dan dapat menghasilkan 12 ton umbi per hektar. Bibit bawang merah ini cocok untuk ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian 800-1.500 meter di atas permukaan laut. Lokananta juga memiliki keunggulan berupa ketahanan terhadap penyakit layu bakteri, bercak daun, dan hawar daun.

5. Trisula

Trisula adalah varietas bawang merah hibrida yang berasal dari hasil persilangan antara varietas Bima Brebes dan Bauji. Bibit bawang merah ini memiliki ciri-ciri daun yang hijau tua, umbi yang lonjong berwarna merah tua, dan bercincin besar pada leher cakramnya. Trisula memiliki masa panen sekitar 65 hari dan dapat menghasilkan 15 ton umbi per hektar. Bibit bawang merah ini cocok untuk ditanam di dataran rendah hingga menengah dengan ketinggian 0-800 meter di atas permukaan laut. Trisula juga memiliki keunggulan berupa produktivitas yang tinggi, kualitas umbi yang baik, dan daya simpan yang lama.

6. Bawang Merah Impor

Selain bibit bawang merah lokal, ada juga bibit bawang merah impor yang masuk ke Indonesia dari negara-negara seperti India, Thailand, dan China. Bibit bawang merah impor biasanya memiliki kualitas yang baik, namun harganya lebih mahal daripada bibit bawang merah lokal. Beberapa contoh bibit bawang merah impor yang populer di Indonesia adalah:

  1. Super Philip: varietas bawang merah impor dari India yang memiliki umbi berwarna merah cerah, berat 30-40 gram, dan berdiameter 3-4 cm. Super Philip memiliki masa panen sekitar 90 hari dan dapat menghasilkan 20 ton umbi per hektar.
  2. Super Bombay: varietas bawang merah impor dari India yang memiliki umbi berwarna merah gelap, berat 40-50 gram, dan berdiameter 4-5 cm. Super Bombay memiliki masa panen sekitar 100 hari dan dapat menghasilkan 25 ton umbi per hektar.
  3. Super Red: varietas bawang merah impor dari Thailand yang memiliki umbi berwarna merah terang, berat 20-30 gram, dan berdiameter 2-3 cm. Super Red memiliki masa panen sekitar 80 hari dan dapat menghasilkan 18 ton umbi per hektar.
  4. Super China: varietas bawang merah impor dari China yang memiliki umbi berwarna merah muda, berat 15-25 gram, dan berdiameter 2-3 cm. Super China memiliki masa panen sekitar 70 hari dan dapat menghasilkan 16 ton umbi per hektar.

Tips Memilih Bibit Bawang Merah yang Baik

Setelah mengetahui jenis-jenis bibit bawang merah yang terbaik, Anda juga perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini saat memilih bibit bawang merah yang baik.

  1. Pilih bibit bawang merah yang sesuai dengan kondisi lahan dan iklim Anda. Jika Anda menanam di dataran rendah, pilih bibit bawang merah yang tahan terhadap suhu tinggi dan kelembaban udara. Jika Anda menanam di dataran tinggi, pilih bibit bawang merah yang tahan terhadap suhu rendah dan angin kencang.
  2. Pilih bibit bawang merah yang memiliki sertifikat kesehatan dan kualitas dari lembaga resmi. Bibit bawang merah yang bersertifikat menjamin bahwa bibit tersebut bebas dari hama dan penyakit, serta memiliki kandungan genetik yang baik.
  3. Pilih bibit bawang merah yang memiliki ukuran, bentuk, dan warna yang seragam. Bibit bawang merah yang seragam menunjukkan bahwa bibit tersebut memiliki pertumbuhan yang seimbang dan hasil panen yang merata.
  4. Pilih bibit bawang merah yang memiliki cakram yang tebal dan keras. Cakram adalah bagian umbi yang berbentuk pipih dan berwarna putih. Cakram yang tebal dan keras menunjukkan bahwa bibit tersebut memiliki daya tumbuh yang tinggi dan daya simpan yang lama.

Kesimpulan

Demikianlah artikel yang saya buat tentang 10 jenis bibit bawang merah terbaik untuk budidaya. Selain itu, Anda juga dapat membaca ulasan kami terkait cara menanam bawang merah yang baik dan benar. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin menanam bawang merah di lahan Anda. Selamat mencoba!

Leave a Comment