Hama Kacang Panjang dan Cara Mengatasinya

Kacang panjang merupakan salah satu tanaman sayuran yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi dan gizi yang tinggi. Namun, dalam proses budidayanya, kacang panjang sering mengalami gangguan dari berbagai jenis hama yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen.

Oleh karena itu, para petani perlu mengetahui jenis-jenis hama kacang panjang dan cara mengatasinya secara tepat dan efektif. Berikut adalah beberapa jenis hama kacang panjang dan cara mengatasinya. 

Hama Kacang Panjang dan Cara Mengatasinya

1. Lalat kacang (Ophiomyia phaseoli)

Satu, lalat kacang adalah hama yang menyerang daun, batang, dan polong kacang panjang. Lalat betina akan mengebor daun dan meletakkan telurnya di dalamnya. Larva yang menetas akan memakan jaringan daun dan membuat bintik-bintik putih di sekitar tulang daun. Daun yang terserang akan menguning, menggulung, dan mengering. Batang yang terserang akan membengkak dan berakar sekunder. Polong yang terserang akan berlubang dan berisi kotoran lalat.

Cara mengendalikan lalat kacang adalah dengan menjaga kebersihan lahan, melakukan pergiliran tanaman, dan menyemprotkan insektisida yang sesuai. Beberapa contoh insektisida yang dapat digunakan adalah Orthene 75 SP, Akodhan 350 EC, Matador 25 EC, dan Perfekthion 400 EC.

2. Ulat penggerek polong (Maruca testulalis)

Dua, ulat penggerek polong adalah hama yang menyerang polong kacang panjang. Ulat ini berwarna hijau ketika muda dan cokelat kehitaman ketika dewasa. Ulat ini akan melubangi kulit polong dan memakan daging buah dan biji muda yang ada di dalamnya. Polong yang terserang akan berubah warna, berbau busuk, dan mudah rontok.

Cara mengendalikan ulat penggerek polong adalah dengan membuat perangkap kupu-kupu berupa botol bekas atau pvc yang dilaburkan lem, seperti Cherry Glue atau Glumon. Perangkap ini akan menangkap kupu-kupu yang merupakan induk dari ulat penggerek polong. Selain itu, kita juga dapat menyemprotkan insektisida yang sesuai, seperti Decis 2,5 EC, Karate 2,5 EC, atau Furadan 3 G.

3. Kutu daun (Aphis craccivora)

Tiga, kutu daun adalah hama yang menyerang daun kacang panjang. Kutu ini berwarna hitam atau hijau dan bergerombol di bawah daun. Kutu ini akan menghisap cairan daun dan mengeluarkan lendir yang menarik semut. Daun yang terserang akan mengeras, menggulung, dan berembun jelaga. Kutu daun juga dapat menularkan virus penyakit mozaik yang membuat daun berbintik-bintik kuning dan hijau.

Cara mengendalikan kutu daun adalah dengan menanam tanaman perangkap, seperti bunga matahari, marigold, atau bawang putih, di sekitar lahan kacang panjang. Tanaman perangkap ini akan menarik predator alami kutu daun, seperti kepik, laba-laba, atau coccinellidae. Selain itu, kita juga dapat menyemprotkan insektisida yang sesuai, seperti Confidor 200 SL, Actara 25 WG, atau Pegasus 50 SC. Penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi daun kacang panjang kuning, yang sudah kami publikasikan. Silahkan disimak!

4. Kepik polong (Riptortus linearis)

Empat, kepik polong adalah hama yang menyerang polong kacang panjang. Kepik ini berwarna cokelat dan berbentuk pipih. Hama ini akan menghisap cairan polong dan membuat polong menjadi layu, kempes, dan berubah warna. Kepik ini juga dapat menularkan bakteri penyebab penyakit layu bakteri yang membuat tanaman menjadi layu dan mati.

Cara mengendalikan kepik polong adalah dengan memetik dan memusnahkan polong yang terserang, serta menyemprotkan insektisida yang sesuai. Beberapa contoh insektisida yang dapat digunakan adalah Regent 50 SC, Bulldock 25 EC, atau Marshal 25 EC.

Kesimpulan

Demikianlah artikel terkait jenis hama kacang panjang dan cara mengatasinya. Penting untuk Anda (petani) mengetahui tentang cara menanam kacang panjang yang baik dan benar, untuk meningkatkan produktivitas dan hasil panen yang berlimpah. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu Anda dalam budidaya kacang panjang yang sehat dan berkualitas.

Leave a Comment