Cara Mengatasi Busuk Batang Cabai yang Mengancam Hasil Panen

Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang besar. Namun, budidaya cabai tidaklah mudah, karena tanaman ini rentan terserang berbagai hama dan penyakit. Salah satu penyakit yang sering menyerang tanaman cabai adalah busuk batang, yang disebabkan oleh cendawan Phytophthora capsici.

Penyakit ini dapat menyebabkan kerugian produksi hingga 100% jika tidak ditangani dengan tepat. Lalu, bagaimana cara mengatasi busuk batang cabai yang mengancam hasil panen? Simak ulasan berikut ini.

Cara Mengatasi Busuk Batang Cabai yang Mengancam Hasil Panen

Penyebab dan Gejala Busuk Batang Cabai

Penyakit busuk batang cabai bisa disebabkan oleh cendawan Phytophthora capsici, yang dapat menyerang seluruh bagian tanaman, mulai dari akar, batang, daun, hingga buah. Cendawan ini berkembang optimal pada kondisi basah dan hangat, dengan suhu sekitar 26°C. Cendawan ini dapat menyebar melalui spora yang terbawa oleh angin, air, tanah, atau peralatan yang terkontaminasi. Spora cendawan dapat bertahan di dalam tanah dan menembus akar atau batang tanaman.

Gejala penyakit busuk batang cabai dapat dilihat dari munculnya bercak coklat pada batang, cabang, atau pucuk tanaman. Bercak tersebut akan membesar dan berubah menjadi hitam, serta menimbulkan bulu-bulu halus berwarna hitam putih. Bercak tersebut akan merusak jaringan tanaman dan menghambat aliran air dan hara. Akibatnya, tanaman akan mengalami layu, menguning, membusuk, dan mati. Pada daun, gejala penyakit ini berupa layu, menguning, dan rontok. Pada buah, gejala penyakit ini berupa bercak coklat busuk yang menyebabkan bunga dan buah rontok.

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan informasi terkait penyebab dan cara mengatasi buah cabai busuk. Yang sudah kami publikasikan sebelumnya. Silahkan Anda baca!

Cara Mengatasi Busuk Batang Cabai

Pengendalian penyakit busuk batang cabai dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik secara mekanis, kultur teknis, maupun kimiawi. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi busuk batang cabai.

Pengendalian Mekanis

Pengendalian mekanis adalah pengendalian penyakit secara fisik, yaitu dengan melakukan perlakuan langsung terhadap tanaman yang terinfeksi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.

  1. Memotong dan memusnahkan bagian tanaman yang terinfeksi, seperti cabang, ranting, atau pucuk, agar tidak menular ke tanaman yang sehat. Bagian tanaman yang dipotong harus dibakar atau dibuang jauh dari areal penanaman.
  2. Mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang secara keseluruhan, jika serangan sudah parah dan tidak bisa diselamatkan. Tanaman yang dicabut harus dibakar atau dibuang jauh dari areal penanaman.
  3. Membersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman dan gulma yang dapat menjadi inang cendawan. Lahan harus dibersihkan secara rutin dan teratur agar tidak menjadi sumber infeksi.

Pengendalian Kultur Teknis

Pengendalian kultur teknis adalah pengendalian penyakit dengan melakukan perbaikan teknik budidaya tanaman. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.

  1. Mengatur jarak tanam cabai agar tidak terlalu rapat, terutama saat musim hujan. Jarak tanam yang ideal adalah 60 x 40 cm, agar tanaman mendapatkan sinar matahari dan sirkulasi udara yang cukup. Jarak tanam yang rapat akan menyebabkan kelembapan tinggi dan memudahkan penularan penyakit.
  2. Melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman yang tidak rentan terhadap cendawan Phytophthora, seperti jagung, kedelai, atau kacang tanah. Pergiliran tanaman dapat memutus siklus hidup cendawan dan mengurangi populasi cendawan di dalam tanah.
  3. Memasang mulsa plastik hitam perak pada media tanam, agar kelembapan media tanam berkurang dan cendawan sulit berkembang. Mulsa plastik juga dapat mencegah kontak langsung antara tanaman dan tanah yang terinfeksi.

Pengendalian Kimiawi

Pengendalian kimiawi adalah pengendalian penyakit dengan menggunakan bahan kimia, seperti fungisida. Penggunaan fungisida harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan petunjuk yang ada pada label produk. Beberapa fungisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit busuk batang cabai adalah sebagai berikut.

  1. Fungisida sistemik, yaitu fungisida yang dapat diserap oleh tanaman dan beredar di dalam jaringan tanaman. Fungisida sistemik dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit busuk batang cabai. Contoh fungisida sistemik yang dapat digunakan adalah metalaxyl, fosetyl-aluminium, atau propamocarb.
  2. Fungisida kontak, yaitu fungisida yang hanya bekerja pada permukaan tanaman dan tidak dapat diserap oleh tanaman. Fungisida kontak dapat digunakan untuk mencegah penyakit busuk batang cabai dengan membentuk lapisan pelindung pada tanaman. Contoh fungisida kontak yang dapat digunakan adalah mancozeb, klorotalonil, atau tembaga oksiklorida.

Penggunaan fungisida harus dilakukan secara rutin dan teratur, dengan interval 7-10 hari sekali. Fungisida harus disemprotkan pada seluruh bagian tanaman, terutama pada bagian yang rentan terserang, seperti batang, cabang, atau pucuk. Penggunaan fungisida juga harus disesuaikan dengan kondisi cuaca, yaitu sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, saat suhu dan kelembapan rendah.

Kesimpulan

Penyakit busuk batang cabai adalah penyakit yang disebabkan oleh cendawan Phytophthora capsici, yang dapat menyerang seluruh bagian tanaman cabai. Penyakit ini dapat menyebabkan kerugian produksi hingga 100% jika tidak ditangani dengan tepat. Cara mengatasi penyakit ini dapat Anda (petani) lakukan dengan berbagai cara, baik secara mekanis, kultur teknis, maupun kimiawi. Pengendalian penyakit busuk batang cabai harus dilakukan secara komprehensif dan terpadu, agar hasil panen cabai dapat terjamin.

Leave a Comment