Cara Menanam Jagung dengan Benar agar Hasil Panen Maksimal

Jagung adalah salah satu tanaman pangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Buah jagung memiliki banyak manfaat, baik sebagai bahan makanan pokok, pakan ternak, bahan baku industri, maupun sumber energi. Selain itu jagung juga mengandung berbagai nutrisi, seperti karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan serat. Yuk cari tahu tentanh cara menanam jagung, berikut ulasannya! 

Namun, untuk mendapatkan hasil panen jagung yang maksimal, tidak cukup hanya dengan menanam bibit jagung secara sembarangan. Ada beberapa langkah dan tips yang perlu diperhatikan, mulai dari persiapan lahan, pemilihan bibit, penanaman, perawatan, hingga panen. Berikut adalah ulasan lengkap tentang cara menanam jagung dengan benar agar hasil panen maksimal.

Cara Menanam Jagung dengan Benar agar Hasil Panen Maksimal

Persiapan Lahan

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan lahan yang akan digunakan untuk menanam jagung. Lahan yang baik untuk menanam jagung adalah lahan yang subur, gembur, kaya bahan organik, memiliki drainase yang baik, dan mendapat sinar matahari yang cukup. Jagung dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi, namun hasilnya akan lebih baik jika ditanam di dataran rendah dengan suhu udara antara 20-33 derajat celcius.

Untuk mengolah lahan, lakukan pembajakan terlebih dahulu agar tanah menjadi gembur dan bebas dari gulma. Kemudian, buat bedengan atau guludan pada lahan, yaitu tanah yang ditinggikan untuk tempat menanam bibit jagung. Bedengan atau guludan berfungsi untuk memudahkan penyiraman, mengurangi erosi, dan meningkatkan aerasi tanah. Jarak antara bedengan atau guludan adalah sekitar 100 cm x 40 cm.

Setelah itu, berikan pupuk dasar pada lahan, yaitu pupuk yang diberikan sebelum menanam bibit jagung. Pupuk dasar berfungsi untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman jagung selama hidup di lahan tersebut. Proses pupuk dasar yang dapat digunakan adalah pupuk kandang, pupuk kompos, atau pupuk organik lainnya. Dan, pupuk dasar juga harus diberikan sebanyak 10-15 ton per hektar lahan. Anda, dapat membaca ulasan kami terkait pupuk buah terbaik.

Pemilihan Bibit

Langkah kedua yang harus dilakukan adalah memilih bibit jagung yang berkualitas dan sesuai dengan kondisi lahan. Bibit jagung yang berkualitas adalah bibit yang sehat, bersih, utuh, tidak cacat, tidak berjamur, tidak terserang hama atau penyakit, dan memiliki daya kecambah yang tinggi. Bibit jagung yang sesuai dengan kondisi lahan adalah bibit yang tahan terhadap iklim, tanah, hama, dan penyakit yang ada di lahan tersebut.

Salah satu jenis bibit jagung yang memiliki kualitas dan kesesuaian yang baik adalah bibit jagung hibrida. Bibit jagung hibrida adalah bibit jagung yang merupakan hasil persilangan antara dua atau lebih varietas jagung yang memiliki sifat-sifat unggul dari masing-masing varietas yang disilangkan. Sifat-sifat unggul yang dimiliki oleh bibit jagung hibrida antara lain adalah mampu bertongkol dua, ukuran biji dan tongkol yang besar, masa panen yang singkat, dan hasil panen yang tinggi.

Bibit jagung hibrida dapat dibeli di toko-toko pertanian atau balai-balaian penelitian pertanian yang terpercaya. Bibit jagung hibrida biasanya dikemas dalam kantong plastik yang berisi 1-2 kg bibit. Jagung hibrida ini juga memiliki label yang mencantumkan nama, varietas, tanggal produksi, tanggal kadaluarsa, dan cara penyimpanan bibit. Selain itu, bibit jagung hibrida harus disimpan di tempat yang kering, sejuk, dan terlindung dari sinar matahari langsung. Dapatkan juga informasi terkait jenis bibit jagung terbaik.

Penanaman

Langkah ketiga yang harus dilakukan adalah menanam bibit jagung pada lahan yang sudah dipersiapkan. Penanaman bibit jagung dapat dilakukan dengan cara manual atau mekanis. Cara manual adalah dengan menggunakan cangkul atau alat tanam sederhana untuk membuat lubang pada bedengan atau guludan. Cara mekanis adalah dengan menggunakan mesin tanam yang dapat membuat lubang dan menanam bibit secara otomatis.

Penanaman bibit jagung harus dilakukan dengan kedalaman yang tepat, yaitu sekitar 3-5 cm. Jika terlalu dangkal, bibit jagung akan mudah terangkat oleh angin atau hewan. Jika terlalu dalam, bibit jagung akan sulit berkecambah atau tumbuh lambat. Setiap lubang sebaiknya diisi dengan dua biji bibit jagung, agar jika salah satu gagal berkecambah, masih ada yang hidup. Jarak antara lubang adalah sekitar 20-25 cm.

Setelah menanam bibit jagung, tutup kembali lubang dengan tanah dan kompos. Kemudian, siram lahan dengan air yang cukup, tetapi jangan terlalu banyak agar tidak tergenang. Penyiraman dapat dilakukan dengan cara manual atau mekanis. Cara manual adalah dengan menggunakan ember, gayung, selang, atau alat penyiram lainnya. Cara mekanis adalah dengan menggunakan sistem irigasi tetes, sprinkler, atau pompa air.

Perawatan

Langkah keempat yang harus dilakukan adalah merawat tanaman jagung yang sudah tumbuh di lahan. Perawatan tanaman jagung meliputi beberapa hal, yaitu penyulaman, penyiangan, pengendalian hama dan penyakit, pemupukan, dan penyerbukan.

Penyulaman

Proses penyulaman adalah mengganti tanaman jagung yang mati, sakit, atau cacat dengan tanaman jagung yang baru. Penyulaman dilakukan pada saat tanaman jagung berumur 7-10 hari setelah tanam. Penyulaman bertujuan untuk menjaga populasi tanaman jagung agar tetap optimal dan merata.

Penyiangan

Proses penyiangan adalah membersihkan lahan dari gulma atau tanaman liar yang tumbuh bersama tanaman jagung. Penyiangan dilakukan pada saat tanaman jagung berumur 15-20 hari setelah tanam. Penyiangan bertujuan untuk mengurangi persaingan antara tanaman jagung dengan gulma dalam hal nutrisi, air, dan cahaya.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Proses pengendalian hama dan penyakit adalah mencegah dan menanggulangi serangan hama dan penyakit yang dapat merusak tanaman jagung. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan cara mekanis, biologis, atau kimia. Cara mekanis adalah dengan memasang perangkap, jebakan, atau penghalau hama. Cara biologis adalah dengan menggunakan predator, parasitoid, atau patogen yang dapat memangsa atau menginfeksi hama. Untuk cara kimia adalah dengan menggunakan pestisida, insektisida, atau fungisida yang dapat membunuh atau menghambat hama.

Pemupukan

Proses pemupukan adalah memberikan pupuk tambahan pada tanaman jagung untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitasnya. Anda dapat melakukan pemupukan dengan cara menyebarkan pupuk di sekitar tanaman jagung atau menyuntikkan pupuk ke dalam tanah. Selain itu, proses pemupukan harus dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada saat tanaman jagung berumur 20-25 hari setelah tanam dan pada saat tanaman jagung berumur 40-45 hari setelah tanam. Pupuk yang digunakan adalah pupuk anorganik, seperti urea, TSP, KCl, atau NPK.

Penyerbukan

Proses penyerbukan adalah memindahkan serbuk sari dari bunga jantan ke bunga betina pada tanaman jagung untuk membentuk biji. Penyerbukan dapat terjadi secara alami oleh angin atau serangga, atau secara buatan oleh manusia. Prosss penyerbukan buatan dilakukan dengan cara memetik bunga jantan yang sudah mekar dan mengusapkan serbuk sarinya ke bunga betina yang sudah siap diserbuki. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan persentase pembuahan dan kualitas biji jagung.

Panen

Langkah kelima yang harus dilakukan adalah memanen tanaman jagung yang sudah matang. Panen tanaman jagung dapat dilakukan dengan cara manual atau mekanis. Cara manual adalah dengan menggunakan tangan, pisau, atau gunting untuk memotong tongkol jagung dari batangnya. Cara mekanis adalah dengan menggunakan mesin panen yang dapat memotong dan mengumpulkan tongkol jagung secara otomatis.

Panen tanaman jagung harus dilakukan pada saat yang tepat, yaitu ketika biji jagung sudah mengeras dan berwarna kuning kecoklatan. Waktu panen tanaman jagung biasanya berkisar antara 90-120 hari setelah tanam, tergantung pada varietas dan kondisi lingkungan. Jika terlambat memanen, biji jagung akan kehilangan kadar air dan beratnya, sehingga mengurangi kualitas dan hasil panen. Setelah memanen tanaman jagung, lakukan pengeringan, penyortiran, dan pengepakan. 

Pengeringan

Proses pengeringan adalah mengurangi kadar air pada biji jagung agar tidak mudah busuk dan tahan lama. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara alami, yaitu menjemur tongkol jagung di bawah sinar matahari, atau dengan cara buatan, yaitu menggunakan oven, pengering, atau alat pengering lainnya. Kadar air yang ideal untuk biji jagung adalah sekitar 12-14%.

Penyortiran

Penyortiran adalah memisahkan biji jagung yang baik dan buruk. Biji jagung yang baik adalah biji yang utuh, bersih, tidak cacat, tidak berjamur, tidak terserang hama atau penyakit, dan memiliki warna dan bentuk yang seragam. Biji jagung yang buruk adalah biji yang pecah, kotor, cacat, berjamur, terserang hama atau penyakit, dan memiliki warna dan bentuk yang tidak seragam. Penyortiran dapat dilakukan dengan cara manual atau mekanis. Cara manual adalah dengan menggunakan mata, tangan, atau alat pemisah sederhana. Cara mekanis adalah dengan menggunakan mesin pemisah, pengayak, atau alat pemisah lainnya.

Pengepakan

Proses pengepakan adalah mengemas biji jagung yang sudah disortir ke dalam kantong, karung, kotak, atau wadah lainnya. Pengepakan bertujuan untuk memudahkan penyimpanan, pengangkutan, dan pemasaran biji jagung. Proses ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak biji jagung. Pengepakan juga harus mencantumkan label yang berisi informasi tentang nama, varietas, berat, tanggal produksi, tanggal kadaluarsa, dan cara penyimpanan biji jagung.

Kesimpulan

Demikianlah artikel tentang cara menanam jagung dengan benar agar hasil panen maksimal. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu Anda yang ingin membudidayakan jagung di lahan Anda. Selamat mencoba dan semoga sukses! 😊

Leave a Comment