Buah Cabai Rontok: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cabai adalah salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan oleh petani maupun penghobi berkebun di rumah. Tanaman cabai memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena permintaan pasar yang besar. Selain itu, cabai juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti meningkatkan metabolisme, melancarkan peredaran darah, dan mengandung antioksidan.

Namun, dalam membudidayakan tanaman cabai, ada beberapa permasalahan yang sering dihadapi oleh para petani atau penghobi, salah satunya adalah kerontokan buah cabai. Kerontokan buah cabai merupakan hal yang sangat merugikan, karena dapat mengurangi hasil panen dan kualitas buah cabai. Apa saja penyebab buah cabai rontok dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasan berikut ini.

Buah Cabai Rontok: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Buah Cabai Rontok

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman. Tapi sebelum lanjut, Anda perlu mengetahui juga terkait penyebab dan cara mengatasi buah cabai busuk. Berikut ini:

Kelebihan Unsur Nitrogen

Unsur nitrogen adalah salah satu unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman cabai untuk pertumbuhan vegetatif, yaitu pembentukan akar, batang, dan daun. Namun, jika pemberian nitrogen terlalu berlebihan, terutama pada fase generatif, yaitu pembentukan bunga dan buah, maka akan mengakibatkan bunga dan buah cabai mudah rontok.

Hal ini disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan antara unsur nitrogen dengan unsur hara lainnya, seperti kalium, kalsium, dan boron, yang berperan dalam pembentukan dan penguatan buah cabai.

Serangan Hama Trips

Trips adalah hama yang berbentuk seperti kutu-kutuan, berwarna coklat atau hitam, dan berukuran sangat kecil. Trips menyerang tanaman cabai dengan cara menghisap cairan yang ada di dalam daun muda, bunga, dan buah cabai. Akibatnya, daun muda menjadi keriting, bunga menjadi kering dan rontok, dan buah cabai menjadi cacat dan berlubang.

Kekurangan Air

Air adalah salah satu faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai. Tanaman cabai membutuhkan air yang cukup untuk menjaga kelembaban tanah, mengangkut unsur hara, dan mengatur suhu tubuh. Jika tanaman cabai kekurangan air, maka akan mengalami stres, yang dapat menyebabkan bunga dan buah cabai rontok. Kekurangan air sering terjadi pada musim kemarau atau saat tidak ada pengairan yang rutin.

Curah Hujan Yang Tinggi

Curah hujan yang tinggi juga dapat menyebabkan buah cabai rontok. Hal ini disebabkan oleh adanya zat asam yang terkandung dalam air hujan, yang dapat menurunkan pH tanah menjadi asam. pH tanah yang asam akan menghambat ketersediaan dan penyerapan unsur hara, terutama kalsium, yang dibutuhkan oleh tanaman cabai untuk pembentukan dan penguatan buah cabai.

Serangan Lalat Buah

Lalat buah adalah serangga yang berwarna kuning kecoklatan dan berbentuk mirip tawon atau lebah. Lalat buah yang menyerang tanaman cabai adalah lalat buah betina dewasa, yang akan meletakkan telurnya di dalam buah cabai. Telur lalat buah akan menetas menjadi larva, yang akan memakan daging buah cabai dari dalam. Akibatnya, buah cabai menjadi busuk dan rontok.

Cara Mengatasi Buah Cabai Rontok

Setelah mengetahui penyebab buah cabai rontok, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pencegahan dan pengendalian. Penting untuk Anda mengetahui cara mengatasi daun rontok pada tanaman, yang dapat berakibat fatal bila tidak ditangani dengan benar. Silakan disimak ulasannya!

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi buah cabai rontok:

Menjaga Keseimbangan Unsur Hara

Untuk mencegah buah cabai rontok akibat kelebihan nitrogen, maka perlu dilakukan penyesuaian dosis dan jenis pupuk yang diberikan. Pada fase generatif, tanaman cabai membutuhkan pupuk yang mengandung kalium, kalsium, dan boron lebih banyak daripada nitrogen. Pupuk yang mengandung kalium, kalsium, dan boron dapat berupa pupuk NPK, pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk dolomit, pupuk borax, atau pupuk organik lainnya.

Mengendalikan Hama Trips

Untuk mengendalikan hama trips, dapat dilakukan dengan cara mekanis, biologis, atau kimia. Pertama, cara mekanis adalah dengan membersihkan gulma dan sisa tanaman yang menjadi tempat bersembunyi trips. Dua, cara biologis adalah dengan menggunakan predator alami trips, seperti semut, laba-laba, atau serangga lainnya. Tiga, cara kimia adalah dengan menyemprotkan insektisida yang sesuai dengan anjuran petunjuk penggunaan.

Menyediakan Air Yang Cukup

Untuk mencegah buah cabai rontok akibat kekurangan air, maka perlu dilakukan pengairan yang rutin dan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pengairan dapat dilakukan dengan menggunakan sistem irigasi tetes, irigasi sprinkler, atau irigasi konvensional. Pengairan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, untuk menghindari penguapan yang berlebihan. Jumlah air yang diberikan harus disesuaikan dengan kondisi tanah, iklim, dan jenis tanaman.

Menjaga Ph Tanah

Untuk mencegah buah cabai rontok akibat curah hujan yang tinggi, maka perlu dilakukan peningkatan pH tanah yang asam. pH tanah dapat ditingkatkan dengan memberikan kapur, dolomit, atau bahan pengapuran lainnya. Selain itu, dapat juga dilakukan penanaman tanaman penutup tanah, seperti legum, untuk mengurangi erosi dan pencucian unsur hara akibat hujan.

Mengendalikan Lalat Buah

Terakhir, untuk mengendalikan lalat buah, dapat dilakukan dengan cara mekanis, biologis, atau kimia. Satu, cara mekanis adalah dengan memanen buah cabai secara rutin dan membuang buah cabai yang busuk atau berlubang. Dua, cara biologis adalah dengan menggunakan musuh alami lalat buah, seperti parasitoid, predator, atau patogen. Tiga, cara kimia adalah dengan menyemprotkan insektisida yang sesuai dengan anjuran petunjuk penggunaan.

Kesimpulan

Demikian artikel yang saya buat tentang buah cabai rontok. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang sedang membudidayakan tanaman cabai. Jika Anda memiliki pertanyaan atau saran, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih. 😊

Leave a Comment