Cara Menanam Semangka yang Benar dan Tips Suksesnya

Semangka adalah salah satu buah yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Buah ini memiliki rasa yang manis, segar, dan kandungan air yang tinggi, sehingga sangat cocok untuk dikonsumsi di cuaca panas. Selain itu, semangka juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan, seperti mencegah sariawan, anti inflamasi, antioksidan, memelihara kesehatan ginjal, mengurangi resiko hipertensi dan stroke, sebagai penuaan dini, menjaga kelembaban kulit, dan meremajakan kulit. Yuk cari tahu cara menanam semangka yang benar dan tips suksesnya, berikut ini! 

Tidak hanya buahnya, daun dan biji semangka juga dapat dimanfaatkan. Daun semangka dapat diolah menjadi sayur, sedangkan bijinya dapat diolah menjadi makanan ringan, yaitu kuaci. Dengan begitu, tidak ada bagian dari tanaman semangka yang terbuang sia-sia.

Membudidayakan semangka juga merupakan salah satu peluang usaha yang menguntungkan. Pasalnya, permintaan pasar terhadap buah semangka cukup tinggi, terutama pada musim kemarau. Selain itu, semangka juga memiliki harga jual yang cukup tinggi, tergantung dari ukuran, kualitas, dan varietasnya. Oleh karena itu, banyak petani yang tertarik untuk menanam semangka di lahan mereka.

Namun, menanam semangka tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari pemilihan lahan, bibit, penyemaian, penanaman, pemeliharaan, hingga panen. Jika tidak dilakukan dengan benar, maka hasil panen semangka bisa tidak optimal atau bahkan gagal. Untuk itu, berikut adalah cara menanam semangka yang benar beserta tips suksesnya.

 

Cara Menanam Semangka yang Benar dan Tips Suksesnya

1. Siapkan benih

Langkah pertama dalam menanam semangka adalah memilih benih yang unggul dan berkualitas. Kamu dapat membeli benih semangka di toko pertanian lokal, pusat kebun, atau bahkan daring. Pilihlah benih yang sesuai dengan kondisi lahan, iklim, dan pasar. Ada banyak varietas semangka yang dapat kamu pilih, seperti semangka merah, semangka kuning, semangka mini, semangka tanpa biji, dan lain-lain. Setiap varietas memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing, jadi kamu harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan kamu.

Setelah memilih benih, kamu harus merendam benih semangka selama 8-12 jam dalam air bersih, lalu ditiriskan. Masukkan benih ke dalam kantong plastik ukuran 1 kg. Tiup dan ikat kantong plastik dengan karet. Benih semangka akan berkecambah setelah tiga sampai empat hari. Jangan lupa untuk memeriksa keadaan benih setiap hari dan mengganti udara dalam kantong plastik.

Ketahui juga tentang jenis bibit semangka terbaik dan cepat panen. Karena hal ini berpengaruh untuk kepopuleran beserta keuntungan tanaman semangka yang akan Anda tanam.

2. Menyiapkan lahan

Langkah kedua dalam menanam semangka adalah menyiapkan lahan yang cocok untuk tanaman semangka. Semangka dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi, asalkan memiliki suhu tidak lebih dari 25 derajat celcius pada siang hari. Buah semangka juga membutuhkan curah hujan yang rendah, yaitu sekitar 40-50 mm setiap bulannya. Tanaman semangka menyukai sinar matahari langsung, jadi pilihlah lahan yang terbuka dan tidak terhalang oleh bangunan atau pepohonan.

Semangka cocok ditanam pada tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik. Tanah yang baik untuk semangka adalah tanah yang memiliki pH 6,0 sampai 6,8. Kamu dapat menguji pH tanah dengan menggunakan alat yang tersedia di toko pertanian. Jika pH tanah tidak sesuai, kamu dapat mengubahnya dengan menambahkan bahan-bahan tertentu, seperti kapur, dolomit, pupuk kandang, atau kompos.

Untuk menyiapkan lahan, kamu harus membersihkan lahan dari gulma, batu, dan sampah. Lalu, olah lahan dengan menggunakan cangkul, bajak, atau traktor, hingga tanah menjadi halus dan rata. Buatlah bedengan atau gundukan tanah dengan jarak 60 cm sampai 1,8 meter antara satu dengan yang lainnya. Bedengan ini berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah, mengatur drainase, dan memudahkan penanaman.

3. Buat bedengan

Langkah ketiga dalam menanam semangka adalah membuat bedengan atau gundukan tanah untuk menanam benih semangka. Bedengan ini berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah, mengatur drainase, dan memudahkan penanaman. Bedengan ini juga dapat membantu menyimpan lembap pada cuaca kering.

Untuk membuat bedengan, kamu dapat menggunakan cangkul, bajak, atau traktor. Buatlah bedengan dengan tinggi sekitar 15-20 cm, lebar sekitar 60-80 cm, dan panjang sesuai dengan ukuran lahan. Beri jarak antara bedengan sekitar 60 cm sampai 1,8 meter, tergantung dari varietas semangka yang kamu tanam. Semakin besar buah semangka, semakin besar pula jarak antara bedengan.

4. Memberi pupuk

Langkah keempat dalam menanam semangka adalah memberi pupuk pada bedengan. Pupuk berfungsi untuk menyuburkan tanah dan memberi nutrisi bagi tanaman semangka. Kamu dapat menggunakan pupuk organik atau pupuk anorganik, atau kombinasi keduanya.

Pupuk organik yang dapat kamu gunakan adalah pupuk kandang, kompos, atau pupuk hijau. Pupuk organik ini dapat meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah. Kamu dapat menaburkan pupuk organik secara merata di atas bedengan, lalu mencampurnya dengan tanah. Gunakan pupuk organik sebanyak 10-15 ton per hektar.

Pupuk anorganik yang dapat kamu gunakan adalah pupuk NPK, urea, SP-36, KCl, atau ZA. Pupuk anorganik ini dapat memberi nutrisi spesifik bagi tanaman semangka, seperti nitrogen, fosfor, kalium, dan lain-lain. Kamu dapat memberikan pupuk anorganik dengan cara membuat lubang di tengah bedengan, lalu memasukkan pupuk ke dalam lubang. Tutup kembali lubang dengan tanah. Gunakan pupuk anorganik sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

5. Tanam benih semangka

Langkah kelima dalam menanam semangka adalah menanam benih semangka yang sudah berkecambah. Kamu dapat menanam benih semangka secara langsung di bedengan, atau menggunakan polybag atau pot plastik. Berikut adalah cara menanam benih semangka dengan kedua metode tersebut:

  1. Menanam benih semangka secara langsung di bedengan. Caranya, buatlah lubang dengan kedalaman 2-3 cm di tengah bedengan. Masukkan satu atau dua benih semangka ke dalam lubang, lalu tutup kembali dengan tanah. Jarak antara lubang satu dengan yang lainnya adalah 40-60 cm. Siram benih semangka dengan air secukupnya, lalu tutup bedengan dengan jerami atau plastik hitam. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelembaban tanah dan mencegah gulma tumbuh.
  2. Menanam benih semangka dengan menggunakan polybag atau pot plastik. Caranya, siapkan polybag berukuran 10×15 cm yang sudah dilubangi di bagian bawahnya. Isi polybag dengan campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. Masukkan satu benih semangka ke dalam polybag, lalu tutup dengan tanah. Siram polybag dengan air secukupnya, lalu letakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Setelah benih semangka tumbuh dua atau tiga helai daun, pindahkan polybag ke dalam bedengan dengan cara memotong bagian bawah polybag dan menanamnya ke dalam tanah.

Kedua cara menanam benih semangka di atas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Menanam benih semangka secara langsung di bedengan lebih praktis dan hemat biaya, tetapi lebih rentan terhadap hama dan penyakit. Menanam benih semangka dengan menggunakan polybag atau pot plastik lebih aman dan mudah dipindahkan, tetapi lebih membutuhkan perawatan dan biaya yang lebih tinggi. Kamu dapat memilih cara menanam benih semangka yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan kamu.

6. Rawat tanaman

Langkah keenam dalam menanam semangka adalah merawat tanaman semangka agar tumbuh sehat dan berbuah lebat. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam merawat tanaman semangka, yaitu penyiraman, pemupukan, penyiangan, penjarangan, pemangkasan, penopang, dan pengendalian hama dan penyakit.

Penyiraman Tanaman Semangka

Penyiraman adalah kegiatan memberikan air kepada tanaman semangka secara teratur. Proses penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari, terutama pada saat tanaman semangka masih muda. Jumlah air yang diberikan disesuaikan dengan kondisi tanah dan cuaca. Jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit memberikan air, karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman semangka. Kurangi frekuensi penyiraman saat tanaman semangka mulai berbunga dan berbuah, agar buah semangka tidak pecah atau busuk.

Pemupukan Tanaman Semangka

Pemupukan adalah kegiatan memberikan pupuk tambahan kepada tanaman semangka untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman semangka. Proses pemupukan dilakukan setelah tanaman semangka berumur dua minggu, lalu diulangi setiap dua minggu sekali. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk NPK dengan perbandingan 15:15:15 atau 16:16:16. Takaran pupuk yang diberikan adalah 100-150 kg per hektar. Pupuk diberikan dengan cara ditaburkan di sekitar tanaman semangka, lalu dicampur dengan tanah. Jangan memberikan pupuk terlalu dekat dengan batang atau akar tanaman semangka, karena dapat menyebabkan luka atau pembusukan.

7. Panen dan Pasca Panen

Panen dan pasca panen adalah langkah terakhir dalam menanam semangka. Proses panen adalah kegiatan memetik buah semangka yang sudah matang dari tanaman. Sedangkan pasca panen adalah kegiatan yang dilakukan setelah panen, seperti penyortiran, pengepakan, penyimpanan, dan pemasaran buah semangka.

Waktu Panen

Waktu panen semangka tergantung dari varietas, iklim, dan kualitas tanaman. Umumnya, semangka dapat dipanen setelah 60-90 hari setelah tanam. Ada beberapa cara untuk mengetahui kematangan buah semangka, seperti memerhatikan warna kulit, bentuk buah, ukuran buah, suara buah, dan warna daun.

Cara memanen semangka adalah dengan menggunakan pisau atau gunting yang tajam dan bersih. Potong tangkai buah semangka dengan jarak 5-10 cm dari buah. Jangan memetik buah semangka dengan cara menarik atau memutarnya, karena dapat merusak buah atau tanaman. Jangan juga membuang atau menjatuhkan buah semangka, karena dapat menyebabkan lecet atau retak.

Setelah memanen buah semangka, lakukan penyortiran berdasarkan ukuran, bentuk, dan kualitas buah. Buang buah semangka yang cacat, busuk, atau rusak. Pilih buah semangka yang sehat, utuh, dan seragam. Lalu, lakukan pengepakan dengan menggunakan keranjang, karung, atau kotak yang bersih dan kuat. Jangan menumpuk buah semangka terlalu tinggi, karena dapat menimbulkan tekanan dan kerusakan. Beri label pada setiap kemasan dengan mencantumkan nama, varietas, berat, dan tanggal panen buah semangka.

Simpan buah semangka di tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi baik. Hindari paparan sinar matahari langsung, hujan, atau angin kencang. Suhu penyimpanan yang ideal untuk buah semangka adalah 10-15 derajat celcius, dengan kelembaban relatif 85-90 persen. Dengan kondisi ini, buah semangka dapat bertahan hingga dua minggu.

Pemasaran buah semangka dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menjual langsung ke konsumen, pedagang, atau pasar. Kamu dapat menentukan harga jual buah semangka berdasarkan biaya produksi, permintaan pasar, dan persaingan. Selain itu, kamu juga dapat mempromosikan buah semangka dengan cara membuat brosur, spanduk, atau media sosial. Dan kamu dapat menawarkan keunggulan buah semangka yang kamu tanam, seperti rasa, warna, ukuran, atau kesehatan.

Kesimpulan

Demikianlah artikel tentang cara menanam semangka yang benar beserta tips suksesnya. Semoga artikel ini dapat membantu kamu yang ingin menanam semangka di lahan kamu. Jika kamu memiliki pertanyaan, saran, atau kritik, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih telah membaca artikel ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Leave a Comment