Benih Padi Unggul: Cara Memilih dan Daftar Varietas Terbaik

Benih Padi Unggul merupakan tanaman pangan utama di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi nasional pada tahun 2020 mencapai 75,8 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 41,9 juta ton beras. Angka ini menunjukkan bahwa padi masih menjadi sumber karbohidrat utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Untuk meningkatkan produksi padi, salah satu faktor penting yang harus diperhatikan adalah pemilihan benih. Benih yang berkualitas akan berpengaruh pada pertumbuhan, hasil, dan mutu padi yang dihasilkan. Oleh karena itu, petani harus mengetahui cara memilih benih padi yang baik dan sesuai dengan kondisi lahan.

Selain itu, petani juga harus mengetahui berbagai varietas benih padi unggul yang telah dikembangkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dan lembaga penelitian lainnya. Varietas benih padi unggul adalah varietas yang memiliki keunggulan tertentu dibandingkan dengan varietas lain, seperti potensi hasil tinggi, ketahanan terhadap hama dan penyakit, mutu beras premium, dan adaptasi terhadap lahan rawan.

Dalam artikel ini, kami akan membahas tentang cara memilih benih padi yang berkualitas dan daftar varietas benih padi unggul yang dapat menjadi pilihan bagi petani. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Benih Padi Unggul

Cara Memilih Benih Padi yang Berkualitas

Benih padi yang berkualitas adalah benih yang memiliki daya tumbuh dan daya hasil yang tinggi, serta bebas dari hama, penyakit, dan gulma. Berikut adalah beberapa tips dan cara memilih benih padi yang berkualitas.

1. Pilih berdasarkan varietasnya

Varietas adalah kelompok tanaman yang memiliki ciri morfologi dan fisiologi yang sama dan dapat dibedakan dari kelompok tanaman lain. Varietas benih padi yang beredar di Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu varietas lokal, varietas unggul, dan varietas hibrida.

  1. Varietas lokal adalah varietas yang berasal dari daerah tertentu dan telah lama dibudidayakan oleh masyarakat setempat. Varietas lokal biasanya memiliki adaptasi yang baik terhadap kondisi lingkungan, namun potensi hasilnya rendah.
  2. Varietas unggul adalah varietas yang telah melewati uji kelayakan dan dilepas oleh Kementan atau lembaga penelitian lainnya. Varietas unggul memiliki potensi hasil yang tinggi, ketahanan terhadap hama dan penyakit, dan mutu beras yang baik.
  3. Varietas hibrida adalah varietas yang dihasilkan dari persilangan antara dua atau lebih varietas unggul. Varietas hibrida memiliki keunggulan berupa heterosis, yaitu peningkatan sifat-sifat penting seperti hasil, pertumbuhan, dan ketahanan terhadap stres.

Dalam memilih varietas benih padi, petani harus mempertimbangkan beberapa hal, seperti tujuan budidaya, kondisi lahan, musim tanam, dan preferensi konsumen. Petani juga harus memperhatikan rekomendasi varietas yang sesuai dengan daerahnya.

2. Tentukan berdasarkan jenis sawah dan hasil panen

Jenis sawah adalah klasifikasi lahan berdasarkan ketersediaan air, topografi, dan sistem pengelolaannya. Jenis sawah yang umum di Indonesia adalah sawah irigasi, sawah tadah hujan, sawah pasang surut, sawah lebak, dan sawah gambut.

Setiap jenis sawah memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri dalam budidaya padi. Oleh karena itu, petani harus memilih benih padi yang sesuai dengan jenis sawahnya. Misalnya, untuk sawah irigasi, petani dapat memilih varietas yang memiliki potensi hasil tinggi dan mutu beras premium. Sedangkan untuk sawah tadah hujan, petani dapat memilih varietas yang tahan terhadap kekeringan dan banjir.

Selain jenis sawah, petani juga harus menentukan hasil panen yang diinginkan. Hasil panen dapat diukur dengan menggunakan parameter seperti tonase GKG per hektar, jumlah malai per rumpun, jumlah gabah isi per malai, dan bobot 1000 butir gabah. Petani dapat memilih benih padi yang memiliki potensi hasil sesuai dengan targetnya.

3. Periksa informasi daya tahan benih padi terhadap hama dan penyakit

Hama dan penyakit adalah musuh utama dalam budidaya padi. Hama dan penyakit dapat menurunkan hasil dan mutu padi, bahkan menyebabkan gagal panen. Beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang padi adalah wereng batang cokelat, penggerek batang padi, walang sangit, tikus, blas, hawar daun bakteri, dan tungro.

Untuk menghindari kerugian akibat hama dan penyakit, petani harus memilih benih padi yang tahan atau agak tahan terhadap hama dan penyakit tertentu. Informasi tentang daya tahan benih padi terhadap hama dan penyakit dapat dilihat pada label kemasan atau brosur varietas.

Petani juga harus melakukan pengamatan rutin terhadap tanaman padi untuk mendeteksi adanya gejala serangan hama dan penyakit. Jika ditemukan gejala serangan, petani harus segera melakukan tindakan pengendalian yang tepat, seperti penggunaan pestisida, pelepasan musuh alami, atau pengubahan pola tanam.

4. Pertimbangkan ukuran dan bentuk beras yang dihasilkan

Ukuran dan bentuk beras yang dihasilkan oleh benih padi juga menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih benih padi. Dengan mempertimbangkan ukuran dan bentuk beras dapat mempengaruhi mutu beras, seperti warna, tekstur, aroma, dan rasa. Hal ini juga dapat mempengaruhi preferensi konsumen, terutama di pasar lokal.

Untuk kamu sebagai petani padi harus tahu nih, tentang ukuran beras dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu beras bulat, beras panjang, dan beras panjang pipih. Beras bulat memiliki panjang kurang dari 5,5 mm dan lebar lebih dari 2 mm. Dan beras panjang memiliki panjang lebih dari 6 mm dan lebar kurang dari 2 mm. Sedangkan beras panjang pipih memiliki panjang lebih dari 6 mm dan lebar lebih dari 2 mm.

Bentuk beras dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu beras berbentuk bulat, beras berbentuk lonjong, beras berbentuk elips, dan beras berbentuk runcing. Pertama, beras berbentuk bulat memiliki ujung-ujung yang sama besar. Kedua, beras berbentuk lonjong memiliki ujung-ujung yang berbeda besar. Ketiga, beras berbentuk elips memiliki ujung-ujung yang melengkung. Keempat, beras berbentuk runcing memiliki ujung-ujung yang lancip.

Dalam memilih ukuran dan bentuk beras, petani harus menyesuaikan dengan selera dan kebiasaan konsumen di daerahnya. Misalnya, di Jawa Barat, konsumen lebih menyukai beras bulat berbentuk lonjong dengan warna putih bersih dan tekstur pulen. Sedangkan di Sumatera Utara, konsumen lebih menyukai beras panjang berbentuk elips dengan warna putih kekuningan dan tekstur pera.

Daftar Varietas Benih Padi Unggul Terbaik

Berikut adalah daftar varietas benih padi unggul yang telah dikembangkan oleh Kementan dan lembaga penelitian lainnya. Daftar ini disusun berdasarkan kriteria potensi hasil, ketahanan terhadap hama dan penyakit, mutu beras, dan adaptasi terhadap lahan rawan.

1. INPARA 48

INPARA 48 adalah varietas benih padi unggul yang dilepas oleh Kementan pada tahun 2020. Varietas inpara 48 merupakan hasil persilangan antara varietas IR 64 dan varietas Ciherang. INPARA 48 memiliki potensi hasil mencapai 9,5 ton GKG per hektar. INPARA 48 juga tahan terhadap hama wereng batang cokelat, penggerek batang padi, dan penyakit blas, hawar daun bakteri, dan tungro. Mutu beras inpara ini termasuk premium, dengan ukuran beras panjang pipih berbentuk elips, warna putih bersih, tekstur pulen, dan aroma harum. Jenis varietas inpara 48 cocok ditanam di lahan sawah irigasi dan tadah hujan.

2. Mekongga

Mekongga adalah varietas benih padi unggul yang dilepas oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) pada tahun 2003. Varietas mekongga merupakan hasil persilangan antara varietas IR 64 dan varietas Way Apo Buru. Jenis mekongga ini memiliki potensi hasil mencapai 8,5 ton GKG per hektar. Mekongga juga tahan terhadap hama wereng batang cokelat, penggerek batang padi, dan penyakit blas, hawar daun bakteri, dan tungro. Mutu beras mekongga termasuk premium, dengan ukuran beras panjang pipih berbentuk elips, warna putih bersih, tekstur pulen, dan aroma harum. Jenis varietas mekongga cocok ditanam di lahan sawah irigasi dan tadah hujan.

3. Inpari 30

Inpari 30 adalah varietas benih padi unggul yang dilepas oleh Kementan pada tahun 2015. Varietas inpari 30 merupakan hasil persilangan antara varietas IR 64 dan varietas Ciherang Sub 1. Inpari 30 memiliki potensi hasil mencapai 8,8 ton GKG per hektar. Inpari 30 juga tahan terhadap hama wereng batang cokelat, penggerek batang padi, dan penyakit blas, hawar daun bakteri, dan tungro. Mutu beras Inpari ini termasuk premium, dengan ukuran beras panjang pipih berbentuk elips, warna putih bersih, tekstur pulen, dan aroma harum. Jenis varietas inpari 30 cocok ditanam di lahan sawah irigasi dan tadah hujan, terutama di lahan yang rawan banjir.

4. Inpari 42

Inpari 42 adalah varietas benih padi unggul yang dilepas oleh Kementan pada tahun 2019. Varietas inpari 42 merupakan hasil persilangan antara varietas IR 64 dan varietas Ciherang Sub 1. Varietas ini memiliki potensi hasil mencapai 9,2 ton GKG per hektar. Dan inpari 42 juga tahan terhadap hama wereng batang cokelat, penggerek batang padi, dan penyakit blas, hawar daun bakteri, dan tungro. Mutu beras Inpari ini termasuk premium, dengan ukuran beras panjang pipih berbentuk elips, warna putih bersih, tekstur pulen, dan aroma harum. Jenis varietas inpari 42 cocok ditanam di lahan sawah irigasi dan tadah hujan, terutama di lahan yang rawan kekeringan.

5. Inpari 43

Inpari 43 adalah varietas benih padi unggul yang dilepas oleh Kementan pada tahun 2019. Varietas inpari 43 merupakan hasil persilangan antara varietas IR 64 dan varietas Ciherang Sub 1. Varietas ini memiliki potensi hasil mencapai 9,4 ton GKG per hektar. Dan inpari 43 juga tahan terhadap hama wereng batang cokelat, penggerek batang padi, dan penyakit blas, hawar daun bakteri, dan tungro. Mutu beras inpari ini termasuk premium, dengan ukuran beras panjang pipih berbentuk elips, warna putih bersih, tekstur pulen, dan aroma harum. Jenis varietas inpari 43 cocok ditanam di lahan sawah irigasi dan tadah hujan, terutama di lahan yang rawan salinitas.

Kesimpulan

Demikian artikel tentang benih padi unggul yang dapat kami sajikan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang benih padi unggul dan cara memilihnya. Selamat mencoba dan semoga sukses. Terima kasih.

Leave a Comment